Protes UU Terkait Wewenang Polisi, 9 Pendemo di London Ditangkap

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 04:55 WIB
Armed police officers secure the Carriage Gate entrance as they stand outside the Palace of Westminster, in central London, Britain  June 16, 2017.  REUTERS/Peter Nicholls
Ilustrasi, polisi Inggris (Foto: REUTERS/Peter Nicholls)
London -

Lebih dari 1000 orang di London, Inggris melakukan unjuk rasa menuntut pemerintah membatalkan undang-undang yang dinilai akan meningkatkan kekuasaan dan kewenangan polisi dalam menindak demonstran. 9 orang ditangkap dalam aksi tersebut.

Dilansir dari Reuters, ribuan orang di pusat kota London meneriakkan 'kill the bill'. Pendemo juga menyetel musik kencang. Polisi setempat mengklaim 9 orang telah ditangkap di sebuah taman di London usai pawai.

Di bawah undang-undang baru tersebut, pemerintah Inggris ingin meningkatkan kekuasaan polisi untuk menghalau demonstrasi yang dianggap 'mengganggu secara signifikan'.

Undang-undang tersebut disinyalir menyasar kepada sejumlah aktivis lingkungan Extinction Rebellion yang telah mengorganisir protes massal untuk memblokir sejumlah jembatan, salah satunya Tower Bridge London.

Banyak pengunjuk rasa tidak mempercayai polisi yang seharusnya menjadi pelindung warga. Pendemo beranggapan undang-undang baru itu akan memberi otoritas terlalu banyak kekuasaan bagi polisi untuk menghentikan aksi unjuk rasa semena-mena.

"Saya sangat takut dengan fakta bahwa mereka (polisi) ingin membuat protes sebagai pelanggaran yang dapat ditahan," ujar salah satu pengunjuk rasa, Jade Rea.

"Saya kira tidak ada pembenaran untuk itu karena gagasan protes adalah untuk mengganggu dan benar-benar menarik perhatian orang bahwa ada sesuatu yang mendesak sedang terjadi," tambahnya.

Protes serupa juga terjadi di kota-kota lain di Inggris dan Wales, termasuk Bristol.

Lihat juga video 'Aksi Demo Kecam Penembakan Remaja 16 Tahun di Columbus':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)