Hasut Kudeta terhadap Macron, Eks Jenderal Prancis Terancam Sanksi

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 16:55 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron
Presiden Prancis, Emmanuel Macron (dok. AP Photo/Thibault Camus)
Paris -

Prancis menegaskan bahwa belasan tentara aktif dan puluhan mantan jenderal militer yang menandatangani surat terbuka yang memperingatkan Presiden Emmanuel Macron soal risiko terjadinya 'perang sipil' akan dijatuhi sanksi. Surat itu juga dilaporkan mencetuskan kudeta atau intervensi militer.

Seperti dilansir AFP, Kamis (29/4/2021), Kepala Staf Angkatan Bersenjata Prancis, Jenderal Francois Lecointre, menuturkan bahwa sedikitnya 18 tentara aktif yang ikut menandatangani surat terbuka yang memicu kehebohan di Prancis itu akan dijatuhi sanksi oleh dewan militer.

"Masing-masing (akan) menghadap dewan militer senior," tegas Lecointre dalam pernyataan kepada surat kabar terkemuka Prancis, Le Parisien.

Para tentara aktif itu, sebut Lecointre, bisa 'dicopot' atau 'dipensiunkan segera'.

Surat terbuka yang ditujukan untuk Macron itu isinya 'mengecam disintegrasi yang melanda Tanah Air'. Menurut Anadolu News Agency, surat terbuka itu pertama dipublikasikan oleh blog Place Armes pada 14 April dan dipublikasi ulang oleh majalah sayap kanan Valeurs Actuelles pekan lalu.

Disebutkan juga dalam surat tersebut bahwa kegagalan bertindak terhadap 'gerombolan pinggiran kota' -- merujuk pada penduduk area pinggiran yang kebanyakan imigran -- dan kelompok-kelompok lain yang 'mencemooh negara kita' akan mengarah pada 'perang sipil' dan kematian 'ribuan' orang.

Sekitar 20 mantan jenderal dan tentara berbagai pangkat, serta polisi dan gendarmerie menandatangani surat terbuka itu. Lecointre mengungkapkan bahwa sejauh ini ada 18 tentara aktif yang teridentifikasi menandatangani surat terbuka itu dan militer masih dalam proses mengidentifikasi yang lainnya.