Turki Ingin Perbaiki Hubungan dengan Arab Saudi, Hormati Putusan Khashoggi

Turki Ingin Perbaiki Hubungan dengan Arab Saudi, Hormati Putusan Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 17:58 WIB
Turki Ingin Perbaiki Hubungan dengan Arab Saudi, Hormati Putusan Khashoggi
Ilustrasi -- Momen saat Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, dan Erdogan saat menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, tahun 2016 (dok. AFP/OZAN KOSE)
Ankara -

Otoritas Turki menyatakan ingin memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi, yang tegang akibat kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Dinyatakan otoritas Turki bahwa pihaknya kini menghormati putusan pengadilan Saudi untuk kasus Khashoggi.

Seperti dilansir Arab News, Selasa (27/4/2021), hal tersebut disampaikan oleh Ibrahim Kalin yang merupakan juru bicara dan penasihat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam pernyataan pada Senin (26/4) waktu setempat.

Perdagangan antara kedua negara menurun hingga 98 persen sejak tahun lalu, menyusul pemboikotan tidak resmi terhadap barang-barang Turki oleh kalangan bisnis di Saudi merespons apa yang mereka sebut sebagai sikap permusuhan dari Ankara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalin menyatakan harapan otoritas Turki agar pemboikotan itu dicabut oleh Saudi.

"Kami akan mencari cara untuk memperbaiki hubungan dengan agenda lebih positif dengan Arab Saudi juga," cetus Kalin dalam wawancara dengan Reuters.

ADVERTISEMENT

Disebutkan oleh Kalin bahwa kepresidenan Turki menyambut baik persidangan di Arab Saudi yang tahun lalu menjatuhkan hukuman antara 7 tahun hingga 20 tahun penjara terhadap delapan orang, atas pembunuhan Khashoggi.

"Mereka memiliki pengadilan. Persidangan telah digelar. Mereka telah menjatuhkan putusan jadi kami menghormati putusan itu," ucap Kalin.

Lihat juga video 'Cekcok Menlu Turki-Yunani di Konferensi Pers':

[Gambas:Video 20detik]



Pernyataan Kalin itu disampaikan menjelang digelarnya pembicaraan antara Turki dan Mesir pekan depan, dengan harapan kerja sama baru bisa terjalin antara kedua negara.

Hubungan kedua negara memburuk sejak militer Mesir melengserkan Presiden Mohamed Morsi, yang dekat dengan Turki, tahun 2013 lalu.

Beberapa waktu terakhir, Turki mulai berupaya menjalin kembali hubungan dengan Mesir dan negara-negara Teluk lainnya, berupaya mengatasi perbedaan yang membuat Turki semakin terisolasi di dunia Arab.

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads