Turki Marah ke AS Usai Biden Akui Genosida Armenia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 12:38 WIB
Ankara -

Otoritas Turki marah dan menolak keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, untuk secara resmi mengakui genosida Armenia di bawah Kekaisaran Ottoman pada era Perang Dunia I silam. Turki menuduh AS berupaya menulis ulang sejarah.

Seperti dilansir AFP, Senin (26/4/2021), otoritas Turki memprotes keputusan AS untuk memihak Armenia, Prancis, Jerman, Rusia dan berbagai negara soal interpretasi mereka soal peristiwa mengerikan yang terjadi selama Perang Dunia I silam.

"Kata-kata tidak bisa mengubah atau menulis ulang sejarah," cetus Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dalam pernyataan via Twitter, beberapa saat usai Biden mengumumkan keputusannya itu.

"Kita tidak akan menerima pelajaran dari siapapun soal sejarah kita," tegasnya.

Kementerian Luar Negeri Turki kemudian memanggil Duta Besar AS, David Satterfield, untuk menyampaikan keberatan atas keputusan AS tersebut. Laporan Anadolu News Agency menyatakan Turki menekankan bahwa keputusan Biden memicu 'luka dalam hubungan yang sulit diperbaiki'.

Biden menjadi Presiden pertama AS yang menggunakan kata 'genosida' dalam pernyataan membahas peringatan soal pembantaian tahun 1915-1917 silam, yang terjadi saat Kekaisaran Ottoman runtuh.

Berupaya melunakkan dampak keputusannya terhadap Turki yang merupakan mitra strategis AS di NATO, Biden menghubungi Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (23/4) waktu setempat. Dalam percakapan telepon itu, Biden dan Erdogan sepakat bertemu di sela-sela pertemuan NATO pada Juni mendatang.