3 Tentara Arab Saudi Dieksekusi Mati terkait Pengkhianatan Tingkat Tinggi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 17:49 WIB
A Saudi flag flutters atop Saudi Arabias consulate in Istanbul, Turkey October 8, 2018. REUTERS/Murad Sezer
Ilustrasi (dok. REUTERS/Murad Sezer)
Riyadh -

Otoritas Arab Saudi mengeksekusi mati tiga tentaranya yang divonis bersalah atas dakwaan 'pengkhianatan tingkat tinggi' dan 'bekerja sama dengan musuh'.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (10/4/2021), Kementerian Pertahanan Saudi dalam pernyataannya menyatakan ketiga tentara itu divonis mati oleh pengadilan khusus, setelah melalui persidangan yang adil.

Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) dalam laporannya mengutip Kementerian Pertahanan Saudi menyebut ketiga tentara itu dinyatakan bersalah atas dakwaan 'tindak kejahatan pengkhianatan tingkat tinggi dalam bekerja sama dengan musuh'.

SPA merilis identitas ketiga tentara Saudi itu sebagai Mohammed bin Ahmed, Shaher bin Issa dan Hamoud bin Ibrahim. Namun Kementerian Pertahanan Saudi tidak menyebut lebih lanjut dengan siapa mereka bekerja sama atau soal 'musuh' yang dimaksud.

Hanya disebutkan bahwa eksekusi mati telah dilakukan di wilayah selatan Saudi yang berbatasan dengan Yaman, tempat Saudi melancarkan operasi militer selama enam tahun terakhir melawan pemberontak Houthi.

Saudi semakin diawasi secara global atas catatan hak asasi manusianya (HAM) sejak kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, tahun lalu dan maraknya praktik penahanan aktivis hak-hak wanita.

Kelompok-kelompok HAM internasional, termasuk Amnesty International, menyerukan agar Saudi berhenti memberlakukan hukuman mati, dengan merujuk pada dugaan penyiksaan dan persidangan yang tidak adil. Otoritas Saudi membantah tuduhan tersebut.

Data Komisi HAM Saudi, yang merupakan badan pemerintah, menyebut 27 orang dieksekusi mati sepanjang tahun 2020. Jumlah itu tercatat sebagai jumlah eksekusi mati terendah dalam beberapa tahun terakhir, dan menurun dari data setahun sebelumnya yang mencapai 185 eksekusi mati dalam setahun.

(nvc/idh)