Rusia Tegaskan Tak Akan Biarkan Alexei Navalny Mati di Penjara

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 15:40 WIB
FILE - In this Wednesday, Sept. 5, 2018 file photo Russian opposition leader Alexei Navalny stands during a break in the hearing on his appeal in a court in Moscow, Russia. The German hospital treating Russian opposition leader Alexei Navalny says he has been taking out of an induced coma and is responsive. Berlins Charite hospital said Monday that Navalnys condition has further improved, allowing doctors to end the medically induced coma and gradually ease him off mechanical ventilation. (AP Photo/Pavel Golovkin, File)
Alexei Navalny (Foto: AP Photo/Pavel Golovkin)

Bahkan disebutkan bahwa Navalny "akan meninggal dalam beberapa hari mendatang" jika tidak diberikan perhatian medis segera untuk sakit punggung akut dan mati rasa di kakinya.

Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, Jake Sullivan, mengatakan kepada CNN bawa akan ada "konsekuensi jika Navalny meninggal" dan Rusia akan "dimintai tanggungjawab" oleh komunitas internasional.

Sedangkan Presiden AS Joe Biden mengatakan perawatan medis yang diterima Navalny "sangat tidak adil dan tidak layak".

Pemerintahan Biden sebelumnya telah menyerukan agar Navalny dibebaskan. Biden pun pernah menyinggung perlakuan Kremlin atas Navalny saat kali pertama menelepon Vladimir Putin sebagai presiden AS Januari lalu. Washington juga mengancam Rusia karena menahan ribuan demonstran yang turun ke jalan untuk mendukung Navalny awal tahun ini.


(ita/ita)