Giliran Ceko Usir 18 Diplomat Rusia

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 11:57 WIB
Praha -

Pemerintah Ceko akan mengusir 18 diplomat Rusia yang diidentifikasi oleh intelijen lokal sebagai agen rahasia SVR (Dinas Intelijen Asing Rusia) dan GRU (Badan Intelijen Militer Rusia). Mereka dicurigai terlibat dalam ledakan gudang amunisi militer tahun 2014 lalu.

Seperti dilansir AFP, Minggu (18/4/2021) kepolisian Ceko juga sedang mencari dua orang warga Rusia sehubungan dengan ledakan tersebut dimana pelaku juga menggunakan paspor dalam upaya meracuni mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal pada 2018.

"Delapan belas pegawai kedutaan Rusia harus meninggalkan republik kami dalam waktu 48 jam," kata Menteri Luar Negeri Republik Ceko, Jan Hamacek kepada wartawan.

Perdana Menteri Andrej Babis mengatakan pihak berwenang Ceko memiliki bukti jelas terkait hubungan agen GRU dari unit 29155 dengan ledakan di gudang amunisi militer dekat desa Vrbetice di Ceko timur tahun 2014 lalu. Babis tidak mengatakan secara rinci alasan dibalik lamanya penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Ledakan itu menyebabkan kerusakan material yang sangat besar dan menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan banyak penduduk setempat. Lebih dari itu, ledakan itu menewaskan dua warga," kata Babis.

Diketahui ledakan terjadi pada 16 Oktober 2014 di sebuah gudang amunisi seberat 58 ton. Beberapa bulan kemudian ledakan besar juga terjadi di gudang amunisi yang memuat sekitar 98 ton amunisi.

Pasukan Kejahatan Terorganisir Ceko (NCOZ) mengatakan sedang mencari dua pria yang menggunakan paspor Rusia terkait dengan ledakan tersebut. Pemilik paspor itu diidentifikasi sebagai Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov.

Mereka juga dicari terkait tuduhan keterlibatan pembunuhan mantan agen ganda Sergei Skripal di Salisbury, Inggris pada 2018 lalu.

Selanjutnya
Halaman
1 2