Sri Lanka Larang 11 Kelompok Muslim Jelang Peringatan Bom Paskah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 11:24 WIB
A security officer stands guard outside St. Anthonys Shrine, days after a string of suicide bomb attacks on churches and luxury hotels across the island on Easter Sunday, in Colombo, Sri Lanka April 26, 2019. REUTERS/Athit Perawongmetha TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi -- Aparat keamanan Sri Lanka siaga usai rentetan bom Paskah tahun 2019 lalu (dok. REUTERS/Athit Perawongmetha)

Dua kelompok lokal yang disebut terkait langsung dengan serangan bom itu telah dilarang sejak tahun 2019, namun penyelidikan kepresidenan menginginkan agar kelompok-kelompok Islam serupa juga ikut dilarang.

Seluruh tujuh pengebom bunuh diri tewas dalam serangan itu dan tidak ada tersangka lainnya yang didakwa.

Kepala Gereja Katolik Roma di Sri Lanka, Kardinal Malcolm Ranjith, menuntut tindakan cepat tidak hanya terhadap pihak yang bertanggung jawab, tapi juga terhadap para politikus dan pejabat yang gagal mencegah serangan itu.

Penyelidikan mendapati bahwa mantan Presiden Maithripala Sirisena dan jajaran pejabat intelijennya sempat diberi peringatan oleh India soal serangan itu sekitar 17 hari sebelumnya.

Halaman

(nvc/ita)