Jepang Akan Buang Limbah Radioaktif Fukushima ke Laut, Korsel Protes Keras

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 14:06 WIB
Presiden Korea Selatan Monn Jae In
Presiden Korea Selatan Monn Jae In (Foto: Jewon Heon-kyun/Pool Photo via AP)
Seoul -

Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in memerintahkan para pejabatnya untuk menjajaki permohonan ke pengadilan internasional terkait keputusan Jepang untuk membuang limbah radioaktif Fukushima ke lautan, usai diprotes banyak kelompok lingkungan dan para nelayan.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (14/4/2021), Jepang mengumumkan telah menyetujui rencana untuk membuang lebih dari 1 juta ton limbah radioaktif dari pembangkit nuklir (PLTN) Fukushima yang rusak akibat gempa bumi dan tsunami 2011 ke lautan. Pembuangan dilakukan karena tangki-tangki untuk menyimpan air limbah itu diperkirakan akan penuh pada pertengahan tahun 2022 mendatang.

Korea Selatan memprotes keras keputusan tersebut hingga memanggil Duta Besar Jepang di Seoul, Koichi Aiboshi, dan mengadakan pertemuan darurat antar-lembaga untuk menyusun tanggapan.

Pada pertemuan terpisah pada Rabu (14/4), Moon menyerukan untuk mencari cara untuk merujuk langkah Jepang ke Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut (ITLS).

Moon juga menyatakan keprihatinan tentang keputusan tersebut kepada Aiboshi, yang tiba di Korea Selatan pada bulan Februari lalu untuk jabatan sebagai duta besar.

"Saya tidak bisa untuk tidak mengatakan bahwa ada banyak kekhawatiran di sini tentang keputusan ini, sebagai negara yang secara geologis paling dekat dan berbagi laut dengan Jepang," kata Moon, meminta Aiboshi untuk menyampaikan kekhawatiran tersebut ke Jepang.

Selain Korea Selatan, China juga menentang keras keputusan Jepang tersebut. Pemerintah China menyebut rencana Jepang ini akan membahayakan kesehatan masyarakat.

China juga mengeluhkan keputusan Jepang untuk membuang limbah radioaktif ke lautan 'tanpa mempedulikan keraguan dan perlawanan dari domestik maupun asing'.

"Pendekatan ini sangat tidak bertanggung jawab dan akan secara serius membahayakan kesehatan dan keamanan publik internasional dan kepentingan vital rakyat dari negara-negara tetangga," demikian bunyi protes dari Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya.

Simak video 'Jepang Rencana Buang Air Radioaktif Fukushima ke Samudra':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2