Protes Ratusan Kapal di Laut China Selatan, Filipina Panggil Dubes China

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 16:55 WIB
In this March 7, 2021, photo provided by the Philippine Coast Guard/National Task Force-West Philippine Sea, some of the 220 Chinese vessels are seen moored at Whitsun Reef, South China Sea. The Philippine government expressed concern after spotting more than 200 Chinese fishing vessels it believed were crewed by militias at a reef claimed by both countries in the South China Sea, but it did not immediately lodge a protest. (Philippine Coast Guard/National Task Force-West Philippine Sea via AP)
220 Kapal China Bikin Filipina Geram (Foto: Philippine Coast Guard/National Task Force-West Philippine Sea via AP)

Protes Filipina terhadap China mulai semakin meningkat di tengah mesranya hubungan Presiden Rodrigo Duterte dengan China setelah menjabat pada pertengahan 2016 lalu. Duterte berulang kali dikritik karena tidak segera menuntut kepatuhan China terkait putusan arbitrase 2016 dan mengambil sikap yang lebih tegas terhadap tindakan China di perairan yang disengketakan.

Kepulauan Spratly yang merupakan pulau kecil dan atol di Laut China Selatan diklaim seluruhnya atau sebagian oleh China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei.

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah mengubah tujuh terumbu karang yang disengketakan menjadi pangkalan yang dilengkapi rudal, sehingga memicu ketegangan.

Halaman

(izt/nvc)