Sebut Lansia Tak Harus Jadi Prioritas, Duterte Lepas Jatah Vaksin Corona

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 15:45 WIB
In this photo provided by the Malacanang Presidential Photographers Division, Philippine President Rodrigo Duterte wears a protective mask as he meets members of the Inter-Agency Task Force on the Emerging Infectious Diseases in Davao province, southern Philippines on Monday Sept. 21, 2020. Duterte says he has extended a state of calamity in the entire Philippines by a year to allow the government to draw emergency funds faster to fight the COVID-19 pandemic and harness the police and military to maintain law and order. (Albert Alcain/Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: Albert Alcain/Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Manila -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyatakan akan memberikan jatah vaksin virus Corona (COVID-19) miliknya untuk orang-orang yang lebih membutuhkan. Duterte juga menyebut orang-orang lanjut usia (lansia) seperti dirinya tidak harus diprioritaskan dalam vaksinasi.

Seperti dilansir AFP, Selasa (13/4/2021), lebih dari satu juta warga Filipina telah menerima suntikan dosis pertama sejak awal Maret -- masih sebagian kecil dari jumlah yang dibutuhkan untuk mencapai herd immunity di negara berpenduduk 110 juta orang itu.

Peluncuran vaksin yang lambat dan pasokan yang terbatas telah memicu kritikan terkait penanganan pemerintahan Duterte terhadap pandemi. Terlebih lonjakan kasus mengancam banyak rumah sakit di berbagai wilayah.

Pada awalnya, kampanye vaksinasi Filipina menargetkan para tenaga kesehatan dan tentara, namun kemudian juga diberikan kepada orang-orang berusia lanjut dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Ketika banyak pemimpin dunia menerima vaksinasi di depan umum untuk mendorong warganya agar mau disuntik, Duterte menyatakan dirinya akan melepaskan kesempatan itu.

"Saya akan melepaskannya (kesempatan vaksin). Siapa pun yang ingin mendapatkan slot saya, saya akan memberikannya (kepada mereka)," katanya dalam pidato perdana pada Senin (13/4) setelah dua pekan tak muncul ke depan publik.

Absennya Duterte dari publik selama dua pekan sempat memicu spekulasi dia mengidap COVID-19, bahkan meninggal dunia di Singapura.

"Mari kita prioritaskan mereka, yang setelah mendapat vaksin, ada kemungkinan dia akan hidup secara produktif," kata presiden berusia 76 tahun ini.

Vaksinasi kerap menjadi topik yang terus disampaikan Duterte dalam pidato-pidatonya di hadapan publik.

Simak juga 'Lockdown Diberlakukan, Antrean Panjang di Pos Pemeriksaan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2