87 Orang Tewas Akibat Perang Antarsuku di Sudan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 03:43 WIB
(FILES) In this file photo trainee soldiers for a new unified army carry their wooden rifles while attending a reconciliation programme run by the United Nations Mission in South Sudan (UNMISS) at a makeshift barracks in Mapel on January 31, 2020. - UN Secretary-General Antonio Guterres has called for South Sudan to make progress on governance, disarmament and human rights as the world body evaluates whether to extend a three-year-old arms embargo. In a report recently submitted to the Security Council, Guterres proposed
Iustrasi (Aktivitas latihan bersenjata di Sudan/Foto: AFP/TONY KARUMBA)
Darfur -

Perang antarsuku yang telah berlangsung selama 5 hari di wilayah Darfur Barat, Sudan telah menewaskan sekitar 87 orang. Sementara itu, ribuan orang lari untuk menyelamatkan diri dari pertempuran itu.

"Komite telah mencatat jumlah korban terbaru. Total 87 tewas dan 191 luka-luka," kata Komite Dokter Darfur Barat, seperti dilansir AFP, Kamis (8/4/2021).

Perang antara Massalit dan komunitas Arab pecah pada hari Sabtu lalu. Akibatnya ribuan orang melarikan diri. Beberapa melarikan diri ke negara tetangga Chad, hal itu disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penduduk El Geneina dan PBB telah melaporkan hari-hari pertempuran termasuk tembak-menembak. Perang itu mengakibatkan pembangkit listrik hancur, ambulans diserang dan granat berpeluncur roket menghantam Rumah Sakit utama Sultan Tajeldin.

Rumah sakit lain juga rusak dalam pertempuran itu. Komite dokter menyebut aksi itu "perilaku biadab yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun,".

PBB mengatakan hal ini adalah wabah terbaru di antara masyarakat sejak Januari, yang telah memaksa lebih dari 100.000 orang meninggalkan rumah mereka. Pemerintah Sudan pada Senin mengumumkan keadaan darurat dan mengerahkan pasukan ke Darfur Barat.

PBB telah menangguhkan penerbangan dan operasi bantuan ke kota itu, pusat utama bantuan kemanusiaan. Keputusan penangguhan itu sebuah keputusan yang menurut badan dunia itu akan mempengaruhi lebih dari 700.000 orang.

Tonton juga Video: AS Cabut Sudan dari Daftar Negara Teroris, PM: Rakyat Kami Telah Menderita

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2