China Hukum Mati Dua Mantan Pejabat Uighur di Xinjiang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 10:42 WIB
Palu Hakim. Ari Saputra. Ilustrasi
ilustrasi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Dua mantan pejabat pemerintah Uighur di Xinjiang, China dijatuhi hukuman mati karena melakukan "kegiatan separatis". Putusan pengadilan China ini ditetapkan ketika Beijing mendapat kecaman yang meningkat atas tindakannya terhadap kelompok minoritas Uighur di wilayah tersebut.

Shirzat Bawudun, mantan kepala departemen kehakiman Xinjiang, dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan hukuman dua tahun atas tuduhan "memecah belah negara". Demikian menurut sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa (6/4) di situs web pemerintah Xinjiang seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (7/4/2021).

Wang Langtao, wakil presiden Pengadilan Tinggi Rakyat Xinjiang mengatakan pada konferensi pers, Bawudun telah bersekongkol dengan organisasi teroris, menerima suap, dan melakukan kegiatan separatis.

Bawudun dinyatakan bersalah karena berkolusi dengan Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM) - yang terdaftar sebagai kelompok teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) - setelah bertemu dengan seorang anggota kunci kelompok itu pada tahun 2003. Demikian menurut kantor berita resmi China, Xinhua.

Pemerintah Amerika Serikat menghapus kelompok itu dari daftar kelompok teroris pada November 2020 lalu, dengan mengatakan "tidak ada bukti yang dapat dipercaya bahwa ETIM terus eksis".

Bawudun juga secara ilegal memberikan "informasi kepada pasukan asing" serta melakukan "kegiatan keagamaan ilegal di pernikahan putrinya", kata Xinhua.

Sattar Sawut, mantan direktur departemen pendidikan Xinjiang, juga dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan hukuman dua tahun setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan separatisme dan menerima suap.

Para pejabat mengatakan, Sawut dinyatakan bersalah karena memasukkan konten separatisme etnis, kekerasan, terorisme, dan ekstremisme agama ke dalam buku teks dalam bahasa Uighur.

Simak juga Video: China-Uni Eropa Saling Balas Sanksi Terkait Pelanggaran HAM Uighur

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2