Beredar Rekaman Eks Putra Mahkota Yordania Ribut dengan Kepala Militer

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 08:41 WIB
Jordanian Prince Hamzah bin al-Hussein, president of the Royal Aero Sports Club of Jordan, carries a parachute during a media event to announce the launch of Skydive Jordan, in the Wadi Rum desert on April 19, 2011. Skydive Jordan will be held June 8th till June 30th in Wadi Rum.  AFP PHOTO/KHALIL MAZRAAWI (Photo by KHALIL MAZRAAWI / AFP)
Pangeran Hamzah bin Hussein (Foto: afp)
Jakarta -

Beredar rekaman audio yang tampaknya merupakan keributan sengit antara mantan putra mahkota Yordania, Pangeran Hamzah bin Hussein dan kepala militer negara itu, yang memicu krisis istana terburuk di negara itu dalam beberapa dekade.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/4/2021), dalam klip tersebut, yang diposting di beberapa platform media sosial, sang pangeran memerintahkan kepala staf Jenderal Youssef Huneiti untuk "masuk ke mobil Anda dan pergi", setelah kepala militer itu memintanya untuk berhenti men-tweet dan membatasi pertemuannya pada kunjungan keluarga.

"Saya orang Yordania yang merdeka, putra ayah saya (Raja Hussein)," kata pangeran.

"Saya memiliki hak untuk bergaul dengan orang-orang saya, orang-orang dari negara saya, dan untuk melayani negara saya, seperti yang saya janjikan dan bersumpah kepada dia (Raja Hussein) ketika dia berada di ranjang kematiannya".

Rekaman tersebut tidak dapat segera diverifikasi.

Tapi suara Hamzah dapat dikenali dan pertemuan itu konsisten dengan akunnya tentang pertemuan itu dalam sebuah video yang dirilis oleh BBC pada Sabtu (3/4) malam, di mana dia mengatakan dia berada dalam tahanan rumah.

Dalam rekaman itu, Huneiti memperingatkan mantan putra mahkota itu soal pertemuan di mana ada kritik terhadap pemerintah dan "perilaku Putra Mahkota" - Pangeran Hussein, putra Raja Abdullah.

Raja Abdullah awalnya telah mengangkat Hamzah, saudara tirinya, sebagai putra mahkota pada tahun 1999, sesuai dengan keinginan ayah mereka yang meninggal. Tapi dia kemudian mencopotnya dari gelar demi Hussein.

"Anda dan saya tahu bahwa pembicaraan ini melewati garis merah," kata panglima militer itu dengan tenang, menurut rekaman itu.

"Jadi saya meminta Yang Mulia mulai hari ini untuk berhenti menghadiri acara-acara ini, berhenti bertemu dengan orang-orang ini ... dan tetap melakukan kunjungan keluarga, dan tidak ada tweet."

Hamzah menanggapi dengan memerintahkan penjaga untuk membawa mobil Huneiti.

"Pak, tolong, Anda berada di rumah Hussein," kata Hamzah, mengacu pada Raja Hussein yang memerintah dari tahun 1952-1999.

"Apakah Anda datang untuk mengancam saya di rumah saya?" imbuhnya.

Tonton juga Video: Eks Putra Mahkota Yordania Jadi Tahanan Rumah, Ada Apa?

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2