Duterte Serukan Solusi Damai untuk Sengketa Diplomatik Terkait Kapal China

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 18:58 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte perintahkan militer dan polisi habisi pemberontak komunis, 9 orang tewas dibunuh aparat
Rodrigo Duterte (dok. BBC World)
Manila -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyatakan berkomitmen untuk secara damai menyelesaikan perselisihan diplomatik terbaru dengan China. Perselisihan diplomatik itu terkait keberadaan ratusan kapal China di perairan Laut China Selatan.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (6/4/2021), hal tersebut disampaikan Duterte setelah jajaran menteri dan jenderal militer Filipina melontarkan peringatan keras untuk China dalam beberapa waktu terakhir.

Keberadaan ratusan kapal China yang diyakini membawa awak milisi di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina telah membuat Filipina frustrasi dan menarik perhatian dari Amerika Serikat (AS), sekutu Filipina.

"Kami akan menyelesaikan isu soal Julian Felipe melalui saluran diplomatik dan melalui cara-cara damai," cetus Duterte dalam pernyataannya yang dibacakan oleh juru bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque.

Duterte menggunakan nama lain Whitsun Reef, yang dikenal sebagai karang Julian Felipe di Filipina.

Bulan lalu, Filipina melayangkan nota protes diplomatik soal keberadaan 220 kapal China yang 'berkerumun dan mengancam' di dekat Whitsun Reef. Kapal-kapal itu telah menyebar ke area-area lainnya di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina.

Menanggapi protes Filipina, otoritas China menyebut kapal-kapal itu sebagai kapal penangkap ikan yang berlindung dari gelombang laut yang ganas dan menegaskan tidak ada milisi di dalamnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2