Disidang Kasus Korupsi, PM Israel Dituduh Jadikan Bantuan Bagai 'Mata Uang'

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 18:20 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends a hearing evidence stage for his trial over alleged corruption crimes, at the Jerusalem district court, in Salah El-Din, East Jerusalem, Monday, April 5, 2021. Netanyahu was back in court for his corruption trial on Monday as the countrys political parties were set to weigh in on whether he should form the next government after a closely divided election or step down to focus on his legal woes. (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Benjamin Netanyahu saat menghadiri sidang kasusnya pada Senin (5/4) waktu setempat (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Tel Aviv -

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, kembali disidang atas dugaan korupsi yang menyeretnya. Jaksa Israel menyebut Netanyahu telah menjadikan bantuan sebagai 'mata uang' dan 'menggunakan wewenangnya secara tidak sah'.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (5/4/2021), Netanyahu hadir dalam sidang yang digelar di Pengadilan Distrik Yerusalem pada Senin (5/4) waktu setempat, dengan memakai setelah jas warna gelap dan memakai masker warna hitam.

Selama sidang, Netanyahu diam-diam berunding dengan pengacaranya saat para pendukung dan pengkritiknya menggelar unjuk rasa di luar gedung pengadilan. Netanyahy sebelumnya menegaskan tidak bersalah atas dakwaan penyuapan, pelanggaran kepercayaan dan penipuan.

"Hubungan antara Netanyahu dan para terdakwa menjadi 'mata uang', sesuatu yang bisa diperdagangkan," sebut jaksa penuntut, Liat Ben-Ari, dalam argumennya.

"Mata uang ini bisa mendistorsi penilaian untuk pegawai publik," imbuhnya.

Kasus yang disidangkan ini merupakan kasus yang disebut sebagai 'Kasus 4000', yang menyangkut dugaan hubungan Netanyahu dengan pemilik situs berita Israel.

Kasus ini disebut sebagai kasus paling serius, dengan berpusat pada tuduhan bahwa Netanyahu melakukan negosiasi dengan Shaul Elovitch dari raksasa telekomunikasi Bezeq untuk mengamankan liputan positif di situs berita Walla! sebagai imbalan atas kebijakan yang menguntungkan Bezeq. Elovitch dan istrinya juga ikut didakwa.

Selanjutnya
Halaman
1 2