Round-Up

2 Kali Serangan ke Gedung Capitol AS dalam 3 Bulan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Apr 2021 21:39 WIB
Penyerangan terhadap dua petugas kepolisian terjadi di dekat Gedung Capitol Amerika Serikat. Begini suasana pasca penyerangan tersebut.
Penyerangan di Dekat Gedung Capitol (Foto: AP/Patrick Semansky)
Jakarta -

Dalam tiga bulan terakhir ini Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) diserang oleh orang tidak dikenal. Penyerang ini berusaha masuk ke Gedung Capitol hingga menabrak dua orang polisi yang berjaga di depan gedung.

Sejak kerusuhan pada 6 Januari lalu, dimana masa pendukung mantan Presiden AS Donald Trump menyerbu Gedung Capitol. Mereka membuat kerusuhan saat kongres Senat AS untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden.

Saat itu, tiba-tiba ricuh saat pendukung Trump memaksa masuk ke Gedung Capitol, tempat kongres digelar. Kerusuhan baru mereda setelah jam malam yang diberlakukan di Washington aktif.

Kerusuhan itu juga memakan korban jiwa. Hingga saat ini kerusuhan itu masih diselidiki pemerintah AS.

Lalu, pada Jumat (31/4) tiba-tiba ada seseorang menabrak gerbang Gedung Capitol dan mencoba menusuk dua orang polisi yang sedang berjaga di luar gedung.

Dua polisi dilaporkan jadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal. Salah satunya bahkan dikabarkan meninggal dunia.

Salah satu Pejabat Kepala Kepolisian Capitol AS, Yogananda Pittman menyebut salah satu korban polisi meninggal usai penyerangan tersebut. Tak hanya itu, pelaku penyerangan juga dilaporkan tewas.

Namun, kepolisian AS memastikan penyerangan itu tidak terkait aksi terorisme. "Tampaknya tidak ada kaitannya dengan terorisme," ucap Kepala Kepolisian Distrik Columbia, Robert Contee dilansir AFP, Sabtu (3/4).

dilansir media BBC,dua sumber penegak hukum yang terlibat dalam penyelidikan insiden ini, mengatakan bahwa pelaku penyerangan gedung Capitol tersebut adalah Noah Green, pria kulit hitam berusia 25 tahun asal Indiana. Namun, sumber BBC itu tidak menjelaskan detail mengenai pria tersebut.

Biden Berduka atas Peristiwa Penyerangan

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan istrinya, Jill Biden berduka atas meninggalnya seorang polisi karena diserang seorang pria di gedung Capitol pada Jumat (2/4) waktu setempat. Serangan itu juga membuat seorang polisi lainnya terluka dan kini dirawat di rumah sakit.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Biden menyampaikan kesedihan atas serangan itu. Dia menyebut polisi yang menjadi korban telah berjuang.

"Jill dan saya bersedih mengetahui serangan brutal pada pos pemeriksaan keamanan di area Capitol AS, yang menewaskan polisi Capitol William Evans dan membuat petugas lainnya berjuang untuk hidup," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

(zap/eva)