Penyerangan Gedung Capitol AS Tewaskan Polisi, Serangan Kedua dalam 3 Bulan

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 03 Apr 2021 11:57 WIB
Jakarta -

Serangan di kompleks Gedung Capitol AS, Washington DC, mengakibatkan satu petugas polisi tewas dan satu lainnya terluka parah.

Sebuah mobil menghantam penghalang keamanan sebelum pengemudinya menerjang ke arah petugas yang berjaga dengan pisau, menurut keterangan polisi.

Petugas melepaskan tembakan dan tersangka ditembak mati.

Aparat mengatakan serangan tersebut, yang terjadi tiga bulan setelah kerusuhan di tempat yang sama pada Januari lalu, tampak tidak berkaitan dengan terorisme.

"Apakah serangan ini ditujukan pada penegak hukum, atau siapapun, kami bertanggung jawab untuk mencari penjelasan atas kejadian ini dan kami akan melakukannya," kata Robert Contee, pelaksana kepala Departemen Kepolisian Metropolitan Washington DC, dalam jumpa pers.

Pelaksana Kepala Kepolisian Capitol Yogananda Pittman berkata "dengan berat hati saya mengumumkan bahwa salah satu petugas kami telah meninggal karena luka yang dideritanya."

Dalam pernyataan berikutnya, dia menyebut nama petugas yang meninggal adalah William "Billy" Evans, yang telah menjadi anggota kepolisian Capitol selama 18 tahun dan merupakan bagian dari unit tanggap darurat departemen tersebut.

"Mohon doanya untuk Evans dan keluarga," ujarnya.

Produser CNN Kristin Wilson mengatakan petugas polisi tersebut adalah "orang yang sangat baik".

William

Petugas polisi yang tewas dalam serangan di kompleks Gedung Capitol bernama William "Billy" (Evans US Capitol Police)

Dua aparat penegak hukum yang terlibat dalam penyelidikan memberi tahu mitra BBC, CBS News, bahwa terduga pelaku serangan adalah Noah Green, laki-laki berusia 25 tahun dari Indiana.

Mereka berkata tidak ada informasi tentang dirinya yang ditemukan dalam basis data polisi di manapun.

Dalam tulisan yang diunggah pada bulan Maret di sebuah laman Facebook yang kini sudah dihapus, Green berkata dia baru keluar dari pekerjaannya, "sebagian karena penyakit, tetapi utamanya, untuk mencari perjalanan spiritual". Dia menambahkan bahwa selama ini dia tanpa sadar menderita "efek samping dari obat yang aku konsumsi". Green juga menulis panjang lebar tentang ketertarikannya pada organisasi nasionalis-religius kulit hitam, Nation of Islam.

Seorang juru bicara Facebook mengonfirmasi kepada BBC bahwa laman tersebut memang milik Green.

"Setelah kejadian mengerikan ini, kami mengirimkan doa dan simpati kepada Kepolisian Capitol dan orang-orang terkasih mereka," kata Facebook dalam sebuah pernyataan. "Kami menganggap insiden ini berada di bawah kebijakan Individu dan Organisasi Berbahaya kami, yang berarti kami telah menghapus akun tersangka dari Facebook dan Instagram, dan menghapus konten apapun yang memuji, mendukung, atau merepresentasikan serangan tersebut atau pelakunya. Kami berkontak dengan aparat penegak hukum setelah mereka melakukan penyelidikan."

Pengamanan diperketat di sekitar Gedung Capitol, tempat Kongres AS bekerja.

Kongres saat ini sedang dalam masa reses, yang berarti sebagian besar politikus tidak berada di kompleks Capitol ketika serangan terjadi.

Apa yang kita ketahui tentang serangan ini?

Sekitar pukul 13:00 waktu setempat (Sabtu 00:00 WIB), sistem peringatan Kepolisian Capitol mengirim email kepada penegak hukum dan para staf yang memerintahkan mereka untuk menjauh dari jendela dan pintu yang menghadap ke luar karena ada ancaman. Mereka yang di luar diminta untuk mencari perlindungan.

Pada waktu itu, seorang pria yang mengendarai sedan berwarna biru menabrakkan mobil tersebut ke dua petugas yang berjaga di Barikade Utara, menurut keterangan polisi.

Pria itu lalu keluar dari mobil dan berlari ke arah petugas - setidaknya satu dari mereka mengeluarkan senjata dan menembak terduga pelaku. Para petugas kemudian dibawa ke rumah sakit, satu dengan ambulans dan satu lagi dengan mobil polisi.

72 Officials investigate the scene after a vehicle rammed a barricade outside the US Capitol in Washington, DC, USA, 02 April 2021.

EPA

Rekaman peristiwa menunjukkan helikopter terbang di atas lokasi dan pemandangan dua orang di atas tandu dipindahkan ke dalam ambulans.

Warga yang menonton diminta untuk meninggalkan lokasi.

Polisi berkata terduga pelaku meninggal karena luka-lukanya pada pukul 13:30 waktu setempat. Kepala polisi Contee mengatakan kepada wartawan bahwa terduga tampaknya beraksi sendirian.

Kantor FBI di Washington mengatakan mereka membantu Kepolisian Capitol melakukan penyelidikan.

Serangan kedua dalam kurang dari tiga bulan

Analisis Samantha Granville, wartawan BBC di Gedung Capitol AS

Gedung Capitol berada dalam kondisi menegangkan dalam tiga bulan terakhir ini. Sejak kerusuhan pada 6 Januari, kompleks ini bagaikan benteng dengan kawat berduri, pagar besi, dan pengamanan ketat.

Tetapi hanya beberapa minggu kemudian, kami kembali di sini dengan jalan yang ditutup, tambahan pasukan, dan perasaan khidmat.

Kongres sedang reses hari ini dan para staf yang saya ajak bicara, bersyukur bisa pulang sekaligus gelisah tentang kembali bekerja setelah liburan Paskah.

Mereka bilang, sungguh menakutkan bila tempat kerja Anda diserang dua kali dalam rentang waktu yang pendek.

Mereka khawatir dengan fakta bahwa bahkan dengan pengamanan yang sangat ketat, peristiwa yang berujung pada kematian seorang petugas ini masih terjadi.

Bagaimana reaksi terhadap serangan ini?

Presiden AS Joe Biden berkata "hati saya hancur mendengar tentang serangan ini".

Dia menyampaikan "belasungkawa yang tulus kepada keluarga Petugas Evans, dan semua orang berduka atas kehilangannya", dan mengatakan bahwa dia telah memerintahkan bendera di Gedung Putih diturunkan setengah tiang.

Ketua Dewan Demokrat Nancy Pelosi mengatakan "hati Amerika telah hancur" dan menyebut Evans "martir bagi demokrasi kita".

National Guard members stand guard streets surrounding the U.S. Capitol and congressional office buildings following a security threat at the U.S. Capitol in Washington, U.S., April 2, 2021.

Reuters

Pemimpin mayoritas partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, berkata dia "sedih atas kematian petugas polisi" dan "berutang budi kepada Kepolisian Capitol".

Pemimpin minoritas partai Republik di Senat, Mitch McConnel, menulis bahwa dia "berdoa" bagi mereka yang diserang.

(ita/ita)