Wartawati Ini Bikin Marah PM Thailand Gegara Cara Duduknya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 16:51 WIB
This frame grab from Thai TV Pool video footage taken on October 21, 2020 shows Thailands Prime Minister Prayut Chan-O-Cha speaking in Bangkok. - Thailands premier on October 22 revoked an emergency decree that had been intended to quell pro-democracy rallies despite it failing to stamp out daily protests demanding he resign and for reforms of the unassailable monarchy. (Photo by - / Thai TV Pool / AFP)
Prayuth Chan-O-Cha (dok. Thai TV Pool/AFP)
Bangkok -

Seorang jurnalis wanita yang bekerja untuk media Jepang di Thailand membuat marah Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-O-Cha karena cara duduknya yang dianggap tidak pantas. Wartawati ini kemudian dilarang untuk meliput di kantor PM Thailand.

Seperti dilansir Bangkok Post, Kamis (1/4/2021), insiden ini terjadi saat Prayuth menggelar konferensi pers di kantornya, Goverment House, pada Selasa (30/3) waktu setempat. Saat itu, jurnalis yang tidak disebut namanya ini duduk menyilangkan kaki tepat di depan podium yang digunakan Prayuth untuk berbicara.

Prayuth sempat menegur jurnalis itu dan meminta untuk mengubah posisi duduknya. Diketahui bahwa posisi duduk menyilangkan kaki di Thailand secara tradisional dipandang sebagai tanda tidak menghormati seseorang.

"Bisakah Anda menurunkan kaki Anda?! Anda menyilangkan kaki Anda seperti itu di depan saya. Bisakah Anda? Kaki Anda. Eh?" ucap Prayuth melalui mikrofon, seperti dilansir media Coconuts Bangkok.

Rekaman insiden ini menuai kritikan baru terhadap kepemimpinan dan kedewasaan Prayuth, khususnya dia baru saja menjadi berita utama di berbagai belahan dunia setelah menyemprot wartawan dengan disinfektan saat mengelak dari pertanyaan.

Dalam pernyataan terpisah, Direktur Biro Juru Bicara Pemerintah Thailand, Natthriya Thaweevong, mengumumkan bahwa jurnalis wanita yang bekerja untuk media Jepang itu telah diskors dari Government House. Namun Natthriya menegaskan bahwa skorsing itu bukan karena insiden menyilangkan kaki di depan PM.

Natthriya mengungkapkan bahwa keputusan melarang jurnalis itu meliput di Government House diambil setelah jurnalis itu merilis informasi keliru. Natthriya juga menuturkan bahwa dirinya telah menyampaikan saran secara lisan kepada kantor berita Jepang yang menjadi tempat jurnalis itu bekerja agar dia berhenti menyebarkan informasi keliru kepada publik.

Lihat juga Video: Ditanya Reshuffle Kabinet, PM Thailand Semprot Disinfektan ke Jurnalis

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2