Langkah Biden Tangkal Serangan Anti-Asia yang Marak di Amerika

ADVERTISEMENT

Round-Up

Langkah Biden Tangkal Serangan Anti-Asia yang Marak di Amerika

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 06:04 WIB
Sekjen PBB Prihatin dengan Meningkatnya Kekerasan Rasial Anti-Asia
Demonstran mengecam serangan anti-Asia yang marak di AS (Foto: DW News)
Washington DC -

Serangkaian serangan anti-Asia marak terjadi di Amerika Serikat. Merespon hal tersebut, pemerintahan Presiden Joe Biden mengumumkan serangkaian langkah untuk mengatasi peningkatan kasus kekerasan anti-Asia di negara itu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (31/3/2021), salah satu langkah yang diambil Biden adalah dengan menyalurkan US$ 49,5 juta (Rp 719 miliar) dari dana pemulihan virus Corona (COVID-19) untuk program yang membantu korban kekerasan.

Dalam pernyataan Gedung Putih pada Selasa (30/3) waktu setempat, Departemen Kehakiman AS juga akan fokus pada naiknya kasus kejahatan kebencian yang menargetkan warga keturunan Asia-Amerika.

"Kita tidak bisa diam menghadapi meningkatnya kekerasan terhadap warga Asia-Amerika," ucap Biden via Twitter.

"Serangan-serangan ini salah, tidak bersifat Amerika, dan harus dihentikan," tegasnya.

Biden mengucurkan dana bantuan pandemi sebesar US$ 49,5 juta untuk 'layanan dan program berbasis komunitas dan budaya khusus bagi penyintas kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual', kemudian juga membentuk satuan tugas baru yang didedikasikan untuk menangkal xenofobia terhadap warga Asia dalam layanan kesehatan.

Departemen Kehakiman AS juga merencanakan upaya-upaya baru untuk menegakkan undang-undang kejahatan rasial dan melaporkan secara resmi data soal kejahatan rasial di AS.

Awal bulan ini terjadi penembakan brutal di Atanta yang menewaskan delapan orang dengan enam orang di antaranya merupakan wanita Asia-Amerika. Hal itu menjadi pemicu Biden mengambil langkah serius.

Penembakan itu memicu ketakutan di kalangan komunitas Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik, yang melaporkan lonjakan kasus kejahatan rasisme sejak Maret 2020 saat mantan Presiden Donald Trump mulai menyebut Corona sebagai 'virus China'.

Simak video 'Rasisme di AS, Wanita Keturunan Asia Ditendang-Diinjak':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/nvc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT