PRT di Hong Kong yang Dipecat Lantaran Didiagnosis Kanker Meninggal Dunia

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 14:45 WIB
Baby Jane, seorang PRT di Hong Kong yang dipecat lantaran didiagonis kanker
Baby Jane, seorang PRT di Hong Kong yang dipecat lantaran didiagonis kanker (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

"Kami memiliki sisa dana yang kami simpan untuk kebutuhan perawatan di masa depan, dan kami dapat menggunakannya untuk membayar pemakamannya dan membiayai keluarga selama beberapa bulan ke depan."

Hampir 370.000 pembantu rumah tangga bekerja di Hong Kong. Sebagian besar adalah perempuan dari Filipina dan Indonesia yang bekerja dengan upah rendah, mereka hidup dalam kondisi yang suram dan mengirimkan sebagian besar gaji mereka ke rumah untuk menghidupi keluarga mereka.

Otoritas Hong Kong mengatakan sistem itu adil dan pelanggaran jarang terjadi.

Sementara itu, aktivis hak asasi mengatakan pembantu rumah tangga secara rutin dieksploitasi, dengan undang-undang yang memberi mereka sedikit perlindungan.

Para ahli mengatakan biaya agen yang mahal, persyaratan bagi pembantu rumah tangga untuk tinggal bersama majikan mereka, upah bulanan minimum hanya HK$ 4.630 (Rp 8,6 juta) dan aturan yang mengharuskan pekerja rumah tangga yang dipecat untuk segera meninggalkan kota membuat para pembantu rumah tangga sangat rentan terhadap majikan yang kejam atau tidak bermoral.

Departemen Luar Negeri AS menempatkan Hong Kong setara dengan Kamboja, Pakistan, dan Nigeria dalam peringkat perdagangan manusia tahunan, sebagian karena kurangnya perlindungan yang ditawarkan kepada pembantu rumah tangga.

Halaman

(izt/nvc)