Jalan Dekat Kedutaan China di Inggris Akan Diganti Nama Jadi Uighur-Tibet

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 13:12 WIB
Ilustrasi kota London, Inggris
Ilustrasi Kota London (Foto: Andi Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah nama jalan di dekat Kedutaan Besar China yang baru di London Timur, Inggris akan diganti sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat Tibet dan Muslim Uighur.

Seperti dilansir Standard, Senin (29/3/2021) Dewan Tower Hamlets mempertimbangkan sejumlah nama baru untuk jalan-jalan dan bangunan-bangunan yang dekat dengan Kedutaan Besar China yang baru, seperti menjadi Tiananmen Square, Uyghur Court, Hong Kong Road dan Tibet Hill.

Menurut badan amal Free Tibet, hampir 700 email dikirim untuk mendukung proposal tersebut, yang disampaikan sebagai "solidaritas yang kuat untuk mereka yang tidak diberi kebebasan".

Diketahui pada tahun 2018, China membeli sebuah bekas gedung Royal Mint di seberang Tower of London seharga £ 250 juta (Rp 4,2 Miliar) dan sekarang sedang berkonsultasi terkait rencana pembangunan Kedutaan Besar Eropa terbesarnya di sana.

Kekhawatiran tentang tindakan keras China di Hong Kong dan isu penindasan yang dilaporkan terhadap Muslim Uighur membuat timbulnya pertentangan terkait rencana pembangunan Kedutaan China. Terlebih, Tower Hamlets merupakan salah satu populasi Muslim terbesar di Inggris.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah aktivis Tibet juga telah melobi dewan tersebut.

Anggota dewan Rabina Khan, yang mengusulkan mosi tersebut pekan lalu, mengatakan lokasi kedutaan berada di ujung Cable Street, yang telah menjadi simbol antirasisme setelah penduduk East End menghentikan demo fasis melalui Stepney pada tahun 1936.

"Tower Hamlets memiliki sejarah unik dalam menyambut orang. Sementara kami menyambut baik usulan relokasi kedutaan besar China, kami juga menentang pelanggaran hak asasi manusia," kata Rabina Khan.

Dewan Tower Hamlets mengatakan menyambut baik relokasi Kedutaan China dari West End tetapi "kita harus terus menjelaskan di mana standar dan prinsip kita sendiri berlaku".

"Kami tidak akan menahan diri untuk mengungkapkan pandangan dewan, atas nama komunitas kami, atau menegaskan dukungan kami untuk kebebasan dan keragaman di wilayah kami," katanya.

(izt/ita)