Round-Up

Aksi Biden Cegah China Jadi yang Terkuat di Dunia

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 07:53 WIB
President Joe Biden speaks about the shooting in Boulder, Colo., Tuesday, March 23, 2021, in the State Dining Room of the White House in Washington. (AP Photo/Patrick Semansky)
Presiden AS Joe Biden (Foto: AP/Patrick Semansky)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menegaskan dirinya akan mencegah China melampaui AS untuk menjadi negara paling kuat di dunia. Biden juga menyamakan Presiden Xi Jinping dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang disebutnya sama-sama merangkul autokrasi.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (26/3/2021), Biden berjanji untuk berinvestasi besar-besaran demi memastikan AS menang dalam persaingan sengit antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Biden menuturkan dirinya menghabiskan waktu 'berjam-jam' dengan Xi saat masih menjabat Wakil Presiden AS di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama. Biden meyakini bahwa Xi mempercayai autokrasi -- bukan demokrasi -- memegang kunci masa depan.

Disebutkan Biden bahwa dirinya telah memperjelas kepada Xi bahwa AS tidak mencari konfrontasi, namun bersikeras meminta China mematuhi aturan internasional untuk persaingan yang adil, perdagangan yang adil dan menghormati hak asasi manusia (HAM).


"China memiliki tujuan secara keseluruhan ... untuk menjadi negara paling terdepan di dunia, negara terkaya di dunia dan negara paling kuat di dunia. Itu tidak akan terjadi dalam pengawasan saya karena Amerika Serikat akan terus bertumbuh," tegas Biden kepada wartawan di Gedung Putih.

Di tengah memburuknya hubungan AS dan China, Biden menyamakan Xi dengan Putin dengan menyebut keduanya sebagai pendukung autokrasi.

"Dia salah satu orang, seperti Putin, yang berpikir bahwa autokrasi adalah gelombang masa depan, (dan) demokrasi tidak bisa berfungsi di dalam dunia yang terlalu kompleks," ucap Biden merujuk pada Xi.

"Dia tidak memiliki kerangka demokrasi -- dengan huruf 'd' kecil -- di dalam tubuhnya, tapi dia orang yang cerdas, pintar," imbuhnya, masih merujuk pada Xi.

Lebih lanjut, Biden menuturkan dirinya akan bekerja dengan sekutu-sekutu AS untuk meminta pertanggungjawaban China atas tindakannya di Taiwan, Hong Kong, Laut China Selatan dan atas perlakuannya terhadap etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, sambil mendorong China untuk mematuhi aturan internasional untuk perdagangan yang adil.

Diungkapkan Biden bahwa dirinya menegaskan posisi AS kepada Xi dalam percakapan telepon selama dua jam usai dirinya menjabat pada Januari lalu.

"Selama Anda dan negara Anda terus melanggar HAM secara terang-terangan, kami akan tanpa henti menyerukannya untuk menarik perhatian dunia, dan memperjelas, membuat jelas, apa yang terjadi. Dan dia mengerti itu," ucapnya.

Simak video 'Angkat Isu Uighur, China Ancam Boikot H&M Hingga Nike':

[Gambas:Video 20detik]