Penembakan Atlanta, Ratusan Warga AS Demo Dukung Komunitas Asia-Amerika

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 21 Mar 2021 14:56 WIB
Atlanta -

Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di Georgia State Capitol, Atlanta, Amerika Serikat pada hari Sabtu (20/3). Kehadiran mereka dilakukan untuk mendukung komunitas Asia-Amerika terkait insiden penembakan di tiga tempat pijat yang menewaskan delapan orang, enam di antaranya wanita Asia.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (21/3/2021) insiden pembunuhan itu terjadi setelah kekerasan anti-Asia meningkat di AS setahun belakangan, yang menurut para pemimpin komunitas disebabkan orang Asia-Amerika disalahkan atas kemunculan virus corona.

Dengan berdiri di depan gedung Kongres Georgia yang berkubah emas, mereka tampak memakai masker, mengibarkan bendera AS, dan membawa poster bertuliskan "Kami bukan virus" dan "Hentikan Kebencian terhadap warga Asia".

"Saya ingin memastikan dunia dan orang-orang tahu bahwa saya ada di sini dan saya terlihat," kata Sunghee Han dari Georgia.

"Para wanita yang tewas.. Saya melihat keluarga saya di dalamnya," kata Timothy Phan dari Port St. Lucie, Florida, yang mengemudi delapan jam untuk hadir.

Dalam sebuah video yang dibagikan melalui Twitter, senator Georgia, Raphael Warnock dan Jon Ossoff, memimpin para demonstran untuk mengheningkan cipta sebagai bentuk dukungan terhadap para korban.

"Mari kita membangun negara dan bangsa di mana tidak ada yang hidup dalam ketakutan karena siapa mereka, dari mana mereka atau keluarga mereka berasal," kata Senator Ossoff.

Otoritas Georgia belum menentukan apa yang menjadi motif tersangka, Robert Aaron Long, melakukan pembunuhan di tempat pijat di sekitar Atlanta pada hari Selasa (16/3) lalu. Robert Aaron Long mengatakan kepada penyidik bahwa kecanduan seks menyebabkan dia melakukan kekerasan.

Selanjutnya
Halaman
1 2