Round Up

Kebangkitan Boeing Setelah 737 MAX Banjir Pesanan

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 23:12 WIB
FILE - In this April 10, 2019, file photo a Boeing 737 MAX 8 airplane being built for India-based Jet Airways lands following a test flight at Boeing Field in Seattle. Boeing is reassuring airline industry leaders about the safety of the grounded 737 Max as it continues working to get the plane back in service. The aircraft maker invited about 30 union officials, safety experts and others to the Seattle area for two days of meetings with Boeing executives and factory tours. (AP Photo/Ted S. Warren, File)
Boeing 737 MAX (Foto: AP Photo/Ted S. Warren, File)
Jakarta -

Boeing kembali bangkit setelah jenis pesawat 737 MAX banjir pesanan. Jumlah pembelian pesawat komersial baru bulan lalu melebihi jumlah pembatalan untuk pertama kalinya sejak November 2019.

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/3/2021), Boeing menerima 82 pesanan pembelian pesawat pada bulan Februari tahun ini, termasuk 39 pesanan untuk 737 MAX, yang kembali beroperasi pada akhir 2020 setelah dilarang terbang selama 20 bulan usai dua kecelakaan mematikan.

Menurut data di situs web resmi Boeing, ada 51 pembatalan pesanan pada Februari lalu, yang berarti lebih sedikit dibanding pesanan pembelian pesawat. Angka-angka tersebut menunjukkan kebangkitan sebagian dari salah satu periode paling buruk Boeing dalam lebih dari 100 tahun sejarahnya.

Pada Februari lalu, Boeing mengirimkan 22 pesawat, termasuk 18 pesawat MAX.

Sebelumnya, di tengah larangan terbang pesawat Boeing 737 MAX dan penurunan global dalam permintaan perjalanan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, raksasa penerbangan itu mengalami 655 pembatalan atau konversi pesanan pesawat tahun lalu.

Diketahui bahwa larangan terbang pesawat Boeing 737 MAX diberlakukan setelah terjadinya dua kecelakaan mematikan, yakni kecelakaan 737 MAX di Indonesia dan Ethiopia. Dua kecelakaan yang menewaskan 346 orang dalam waktu lima bulan pada 2018 dan 2019 itu, memicu serangkaian investigasi terhadap pesawat tersebut.

Di Indonesia, Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 pada Oktober 2018 lalu dengan rute Jakarta - Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Selanjutnya
Halaman
1 2