Pertama di Eropa, Pabrik Italia Produksi Vaksin Sputnik V Rusia

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 18:44 WIB
A medical worker moves a box of Russias Sputnik V coronavirus vaccine out from a refrigerator prior to administering a vaccination in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin)
Ilustrasi (Foto: AP/Pavel Golovkin)
Roma -

Sebuah perusahaan farmasi Italia-Swiss telah setuju untuk memproduksi vaksin Sputnik V Rusia di Italia. Kesepakatan itu merupakan yang pertama di Uni Eropa.

"Vaksin akan diproduksi mulai Juli 2021 di (perusahaan farmasi) pabrik Adienne di Lombardy, Italia utara," kata juru bicara Kamar Dagang Italia-Rusia, Stefano Maggi seperti dilansir AFP, Selasa (9/3/2021).

"Sepuluh juta dosis vaksin akan diproduksi antara 1 Juli 2021 hingga 1 Januari 2022," tambahnya, menggambarkannya sebagai "kesepakatan pertama di tingkat Eropa untuk produksi vaksin Sputnik di wilayah Uni Eropa".

Beberapa negara Uni Eropa sudah mulai mendistribusikan Sputnik V, tetapi belum mendapat persetujuan dari regulator obat-obatan di blok tersebut.

Pekan lalu, European Medicines Agency (EMA) yang berbasis di Amsterdam, Belanda meluncurkan tinjauan bergulir terhadap vaksin Sputnik V, sebuah langkah penting untuk disetujui sebagai vaksin non-Barat pertama yang digunakan untuk melawan virus Corona di seluruh blok berkeanggotaan 27 negara tersebut.

"Jika vaksin tidak diizinkan di Eropa pada 1 Juli, dosis yang diproduksi (di Italia) akan dibeli oleh dana pemerintah Rusia dan didistribusikan di negara-negara di mana vaksin Sputnik diizinkan," kata Maggi.

Kementerian Kesehatan Italia, yang dihubungi AFP, menolak mengomentari kesepakatan itu.

Uni Eropa sejauh ini telah menyetujui tiga vaksin, yakni dari Pfizer/BioNTech dari AS-Jerman, Moderna dari perusahaan Amerika Serikat, dan vaksin AstraZeneca/Oxford dari Inggris-Swedia.

Pada 11 Maret mendatang, Uni Eropa akan memutuskan mengenai penggunaan vaksin Johnson & Johnson sekali pakai, sementara vaksin dari Novavax dan CureVac juga sedang ditinjau.

Simak juga Video: Serbia Berikan 4.000 Dosis Vaksin Corona Sputnik V ke Montenegro

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)