Produsen Vaksin Sputnik V Tuntut Permintaan Maaf dari Regulator Eropa

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 17:16 WIB
Uni Eropa Desak Cina soal Perjanjian Dagang dan Tangani Masalah HAM
Pembuat vaksin sputnik V Rusia tuntut Uni Eropa minta maaf (Foto: DW News)
Moskow -

Produsen vaksin Sputnik V asal Rusia menuntut permintaan maaf dari regulator obat-obatan Uni Eropa, setelah seorang pejabat seniornya memperingatkan negara-negara anggotanya agar tidak terburu-buru menyetujui vaksin itu. Pejabat tersebut bahkan membandingkan peluncuran izin darurat dengan 'roulette Rusia'.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/3/2021) beberapa negara Uni Eropa mulai mendistribusikan Sputnik V sebelum persetujuan di blok tersebut, sebuah langkah yang dikritik oleh ketua dewan Badan Obat Eropa (EMA), Christa Wirthumer-Hoche.

"Kami menuntut permintaan maaf publik dari Christa Wirthumer-Hoche di EMA atas komentar negatifnya pada negara-negara Uni Eropa yang secara langsung menyetujui Sputnik V," demikian disampaikan pembuat vaksin sputnik V melalui Twitter pada Selasa (9/3).

"Komentarnya menimbulkan pertanyaan serius tentang kemungkinan campur tangan politik dalam tinjauan EMA yang sedang berlangsung," katanya, seraya menambahkan bahwa vaksin buatan Rusia itu telah disetujui oleh 46 negara.

Minggu lalu, EMA yang berbasis di Amsterdam, Belanda meluncurkan tinjauan bergulir terhadap vaksin Sputnik V, sebuah langkah kunci untuk disetujui sebagai suntikan non-Barat pertama yang digunakan untuk melawan virus Corona (COVID-19) di seluruh blok Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara.

Hungaria telah menyetujui Sputnik V dan mulai menggunakannya sebagai bagian dari peluncuran vaksinnya, sementara Republik Ceko dan Slovakia juga telah memesan dosis vaksin asal Rusia itu dan mengatakan mereka tidak akan menunggu persetujuan EMA.

Ditanya tentang prospek Austria mengambil langkah yang sama, Wirthumer-Hoche mengatakan kepada penyiar ORF Austria: "Ini agak sebanding dengan roulette Rusia."

Sebelumnya, pemerintah Rusia menyatakan siap memberikan vaksinasi bagi 50 juta orang Eropa segera setelah Sputnik V mendapat 'lampu hijau'.

Tonton juga Video: Serbia Berikan 4.000 Dosis Vaksin Corona Sputnik V ke Montenegro

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)