Ribuan Wanita di Dunia Gelar Aksi Peringati Hari Perempuan Internasional

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 11:39 WIB
Peringatan Hari Perempuan Internasional dimanfaatkan untuk suarakan aspirasi para wanita di dunia. Beberapa di antaranya hapus kekerasan dan diskriminasi gender
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Ankara -

Ribuan wanita di berbagai negara di dunia ikut dalam aksi demo untuk memperingati Hari Perempuan Internasional di tengah berbagai pembatasan virus Corona (COVID-19) yang diberlakukan. Mulai dari India, Filipina hingga Spanyol, para wanita menyerukan kesetaraan hak dan kebebasan, serta diakhirinya kekerasan terhadap wanita.

Seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (9/3/2021), ratusan wanita Uighur di Turki menggelar long march di sepanjang area Selat Bosphorus pada Senin (8/3) waktu setempat. Dalam aksinya, mereka menuntut penutupan kamp-kamp penahanan massal di Xinjiang, China.

Para demonstran meneriakkan 'setop genosida' dan 'tutup kamp' dalam aksi long march yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari Konsulat China di Istanbul. Kelompok-kelompok HAM meyakini sedikitnya 1 juta warga Uighur dan etnis minoritas Muslim lainnya ditahan di kamp-kamp yang tersebar di Xinjiang.

Di Filipina, ratusan demonstran yang kebanyakan wanita beraksi di jalanan ibu kota Manila. Dalam aksinya, mereka memprotes Presiden Rodrigo Duterte terkait dugaan tindak penganiayaan terhadap wanita.

Demonstran menghancurkan sebuah boneka Duterte dengan palu dalam aksi protes yang digelar di dekat kediaman Presiden Filipina di Manila. Dalam aksi itu, para aktivis hak wanita mengecam Duterte atas kebijakan keamanan yang disebut kejam.

"Kita menghadapi virus yang jauh lebih mematikan daripada COVID dan itu adalah kepresidenan yang busuk, antirakyat, pro-kepentingan asing dan macho-fasis," sebut Joms Salvador selaku Sekjen Gabriela, organisasi perempuan terkemuka di Filipina.

Sejak menjabat tahun 2016, Duterte membuat marah banyak kelompok aktivis wanita, yang menyebutnya misoginis setelah dia beberapa kali melontarkan lelucon soal pemerkosaan.

Sementara itu, para demonstran di Meksiko menuliskan nama ratusan korban femisida atau pembunuhan wanita, pada pembatas logam setinggi 3 meter yang dipasang pekan lalu untuk melindungi bangunan bersejarah di Istana Nasional Meksiko dari vandalisme dalam aksi tersebut.

Simak juga 'Google Rayakan Hari Perempuan Internasional 2021':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2