International Updates

Gubernur New York Ogah Mundur Gegara Pelecehan, Tentara Transgender Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 18:21 WIB
Jakarta -

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan dirinya tidak akan mengundurkan diri karena skandal pelecehan seksual yang menderanya. Dia pun meminta warga Amerika menunggu hasil penyelidikan independen atas perilakunya.

Dalam sambutan publik pertamanya sejak tiga wanita menuduhnya melakukan perilaku yang tidak pantas, Cuomo meminta maaf atas tindakannya tetapi menolak untuk mundur dari jabatannya, setidaknya sampai penyelidikan memberikan temuannya.

"Saya tidak akan mengundurkan diri," kata pria berusia 63 tahun itu kepada wartawan pada Rabu (3/3) waktu setempat. "Saya akan melakukan pekerjaan yang mana rakyat negara bagian telah memilih saya untuk melakukannya," imbuhnya seperti dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (4/3/2021).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (4/3/2021):

- Tentara Transgender Korea Selatan Ditemukan Tewas, Publik Marah

Seorang tentara transgender Korea Selatan (Korsel) yang diberhentikan paksa dari militer setelah menjalani operasi kelamin, ditemukan tewas di rumahnya. Kematian tentara transgender ini memicu kemarahan publik Korsel dan memicu seruan reformasi hukum di negara tersebut.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/3/2021), petugas pemadam kebakaran setempat menemukan Byun Hee-Soo sudah tidak bernyawa di rumahnya yang ada di Cheongju, pada Rabu (3/3) waktu setempat. Temuan itu terjadi setelah seorang konselor kesehatan mental, yang menangani Byun, memanggil layanan darurat untuk melaporkan bahwa Byun tidak terdengar kabarnya selama beberapa hari.

Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa sang konselor menyebut Byun tidak bisa dihubungi sejak 28 Februari lalu.

Korsel diketahui sangat konservatif soal masalah identitas seksual dan kurang toleran terhadap hak-hak LGBT. Byun yang berpangkat terakhir Sersan Kepala dan berusia 23 tahun ini, bergabung dengan Angkatan Darat Korsel secara sukarela tahun 2017. Pada tahun 2019, dia menjalani operasi ganti kelamin di Thailand -- dari laki-laki menjadi perempuan.

- PBB Ingatkan Soal Sanksi, Militer Myanmar: Kami Terbiasa dengan Sanksi

Militer Myanmar menyatakan siap untuk menghadapi sanksi dan isolasi setelah melancarkan kudeta 1 Februari lalu. Hal ini diungkapkan oleh seorang pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (3/3) waktu setempat, seraya mendesak negara-negara untuk "mengambil tindakan yang sangat kuat" untuk memulihkan demokrasi di negara Asia Tenggara itu.

Utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan 38 demonstran tewas pada Rabu (3/3) saat aparat militer Myanmar memadamkan aksi-aksi demo antikudeta. Burgener menyebut hari itu sebagai hari paling berdarah di Myanmar sejak kudeta.

Burgener dijadwalkan memberi pengarahan mengenai masalah Myanmar ini kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (5/3) besok.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer merebut kekuasaan dan menahan pemimpin pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan sebagian besar tokoh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) miliknya. NLD memenangkan pemilihan pada November 2020 lalu dengan telak, yang menurut militer dipenuhi kecurangan. Komisi pemilihan umum membantah tuduhan kecurangan dan menyebut pemilu tersebut fair.

- Mahkamah Internasional Mulai Selidiki Kejahatan Perang di Palestina

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) memulai penyelidikan resmi terhadap dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina. Langkah ini dikecam oleh Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai 'esensi anti-Semitisme'.

Seperti dilansir AFP, Rabu (4/3/2021), Otoritas Palestina menyambut baik keputusan ketua jaksa ICC, Fatou Bensouda, sebagai penyelidikan yang 'mendesak dan diperlukan' terhadap situasi di Jalur Gaza yang diblokade, juga Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki Israel sejak Juni 2014.

Selanjutnya
Halaman
1 2