Penampungan Migran di Yaman Terbakar, 8 Orang Tewas-170 Luka

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 15:01 WIB
Ilustrasi Kebakaran. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Foto: Thinkstock
Dubai -

Kebakaran melanda sebuah fasilitas penampungan migran di ibu kota Yaman, Sanaa pada Minggu (7/3) waktu setempat. Sedikitnya delapan migran dan penjaga tewas, dan lebih dari 170 orang lainnya terluka.

"Delapan orang dipastikan tewas, total korban tewas dilaporkan jauh lebih tinggi," tulis Carmela Godeau, direktur regional Organisasi Migrasi Internasional (IOM) untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, dalam postingan di Twitter.

"IOM melakukan respons dengan melakukan perawatan kesehatan darurat untuk lebih dari 170 orang yang terluka, lebih dari 90 di antaranya berada dalam kondisi serius," imbuhnya.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/3/2021), Godeau mengatakan bahwa "masih belum jelas" bagaimana kebakaran itu berawal. Dia menambahkan bahwa "ini hanyalah salah satu dari banyak bahaya yang dihadapi para migran selama enam tahun terakhir krisis di Yaman."

Diyakini ribuan migran terdampar di Yaman, di mana konflik selama bertahun-tahun telah merenggut puluhan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengungsi, yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disebut sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Setiap tahun ribuan migran melakukan perjalanan dengan perahu berbahaya dari wilayah Tanduk Afrika ke negara yang dilanda perang, banyak di antaranya dengan tujuan melakukan perjalanan darat ke negara-negara Teluk untuk mencari pekerjaan.

Menurut IOM, pekan lalu, setidaknya 20 orang tenggelam setelah penyelundup melemparkan puluhan migran ke laut selama penyeberangan antara Djibouti dan Yaman.

Ada 200 migran, termasuk anak-anak, dibawa di atas kapal ketika meninggalkan wilayah Oulebi, Djibouti pada Rabu (2/3) dini hari waktu setempat menuju Yaman melintasi Teluk Aden.

Sejak pandemi, pembatasan perjalanan mengurangi arus migran melalui rute ini. IOM mengatakan sekitar 138.000 orang melakukan perjalanan pada 2019, menurun pada 2020 dengan sekitar 37.500 orang.

Lihat juga Video: Biden Akhiri Dukungan AS Untuk Serangan Militer Saudi di Yaman

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)