90 Orang Tewas dalam Pertempuran dengan Houthi di Yaman

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 17:41 WIB
Operasi militer pimpinan Arab Saudi melawan pemberontak Houthi di Yaman telah terjadi lebih dari enam tahun terakhir.
pasukan pro-pemerintah Yaman dan Houthi terlibat pertempuran sengit di Marib (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pertempuran sengit antara pasukan pro-pemerintah Yaman dan kelompok pemberontak Houthi telah menewaskan sedikitnya 90 orang di kedua pihak dalam 24 jam terakhir. Demikian disampaikan sumber-sumber militer pemerintah hari Sabtu (6/3) ini.

Pemberontak Houthi mulai melancarkan serangan bulan lalu untuk merebut Marib, benteng terakhir pasukan pro-pemerintah di Yaman utara yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi.

Sumber-sumber militer pemerintah Yaman mengatakan, bentrokan di provinsi kaya minyak itu menewaskan 32 orang di pihak pasukan pemerintah dan suku-suku loyalis, sementara 58 orang pemberontak Houthi tewas dalam serangan udara koalisi Saudi.

Sumber-sumber itu mengatakan bentrokan hebat meletus di enam front saat pasukan pemerintah mampu membalas serangan Houthi yang berhasil maju hanya di front Kassara, barat laut kota Marib.

Pertempuran sengit itu juga menyebabkan puluhan orang terluka, sumber tersebut menambahkan.

Jatuhnya Marib bukan hanya akan menjadi pukulan besar bagi pemerintah Yaman, tetapi juga akan menimbulkan bencana bagi warga sipil, termasuk ratusan ribu orang terlantar yang berlindung di kamp-kamp terpencil di gurun sekitar.

Ini juga akan menjadi kemunduran besar bagi Arab Saudi, yang telah menjadi sasaran serangan rudal Houthi, yang semakin sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mendesak Houthi untuk menghentikan serangan mereka di Marib, saat ia mengumumkan bantuan senilai US$ 191 juta pada konferensi donor.

"Bantuan saja tidak akan mengakhiri konflik. Kami hanya dapat mengakhiri krisis kemanusiaan di Yaman dengan mengakhiri perang ... jadi Amerika Serikat menghidupkan kembali upaya diplomatik kami untuk mengakhiri perang," katanya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berupaya mengumpulkan US$ 3,85 miliar dari lebih dari 100 pemerintah dan donor, tetapi baru US$ 1,7 miliar yang ditawarkan.

Simak juga 'Biden Akhiri Dukungan AS Untuk Serangan Militer Saudi di Yaman':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)