Arab Saudi Hancurkan Drone Houthi yang Mengarah ke Wilayahnya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 17:16 WIB
Houthi fighters pose on an alleged captured Saudi vehicle after an attack near the border with Saudi Arabias southern region of Najran in Yemen, in this still image taken from video on September 29, 2019. Houthi military officials claim that offensive defeated
Ilustrasi -- Pemberontak Houthi di Yaman (dok. Al Masirah/Houthi Military Media Center/Reuters TV via REUTERS)
Riyadh -

Koalisi pimpinan Arab Saudi menghancurkan sebuah drone bersenjata yang mengudara ke wilayah Saudi bagian selatan. Diyakini drone tersebut merupakan bagian dari serangan pemberontak Houthi, yang dilawan koalisi pimpinan Saudi di Yaman.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (5/3/2021), pemberontak Houthi semakin meningkatkan serangan lintas perbatasan, dengan menggunakan drone bersenjata maupun rudal. Sebagian besar serangan Houthi ditargetkan ke wilayah Saudi bagian selatan.

Koalisi pimpinan Saudi menyatakan pihaknya mencegat sebagian besar serangan yang dilancarkan Houthi.

Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa Houthi mengirimkan sebuah drone bersenjata ke wilayah Khasmis Mushait, dekat perbatasan Yaman, pada Jumat (5/3) waktu setempat. Serangan drone Houthi itu diklaim berhasil dicegat dan dihancurkan oleh koalisi pimpinan Saudi.

Secara terpisah, juru bicara Houthi, Yahya Sarea, dalam postingan Twitternya menyebut bahwa tiga drone mereka mengenai Bandara Internasional Abha dan Pangkalan Udara King Khalid di area Khamis Mushait.

Sehari sebelumnya, atau pada Kamis (4/3) waktu setempat, Houthi yang didukung Iran dalam konflik Yaman ini mengklaim menembakkan sebuah rudal dan mengenai fasilitas minyak Saudi Aramco di Jeddah. Tidak ada konfirmasi dari Saudi terkait serangan rudal ini.

Beberapa waktu terakhir, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS) memperbarui upaya perdamaian saat pertempuran meningkat di wilayah Marib, yang kaya gas di Yaman. Pada Selasa (2/3) lalu, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap dua pemimpin militer Houthi.

Konflik Yaman selama ini dipandang sebagai perang proxy antara Saudi dan Iran. Houthi telah menyangkal menjadi boneka Iran dan menegaskan mereka memerangi sistem yang korup.

(nvc/ita)