Round-Up

Ancaman Tembak Mati Via TikTok dari Aparat Myanmar untuk Demonstran

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 22:16 WIB
Police run while holding shields as they attempt to disperse protesters taking part in a demonstration against the military coup in Yangon on February 27, 2021. (Photo by Ye Aung THU / AFP)
Polisi Myanmar (Foto: AFP/YE AUNG THU)

TikTok menjadi platform media sosial terbaru yang dipenuhi konten ancaman atau ujaran kebencian di Myanmar. Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Facebook, telah memblokir semua akun dan halaman terkait militer Myanmar -- Facebook sendiri kini diblokir di Myanmar.

Penggunaan TikTok dilaporkan mengalami perkembangan pesat di Myanmar, terutama setelah junta militer melarang Facebook bulan lalu. Aplikasi berbagi video ini juga populer di kalangan aktivis muda Myanmar, dengan tagar #SaveMyanmar mencapai 850 juta views. Sementara Facebook, meski dilarang, tetap populer di Myanmar. Para peneliti seperti Htaike meyakini militer Myanmar berupaya mengembangkan keberadaannya di platform-platform lainnya.

Dalam pernyataannya, pihak TikTok menyatakan konten berisi ancaman semacam itu melanggar aturan mereka. Kebijakan TikTok juga melarang aksi menampilkan senjata api kecuali berada di 'lingkungan yang aman'.

"Kami memiliki Pedoman Komunitas yang jelas yang menyatakan kami tidak mengizinkan konten yang menghasut kekerasan atau informasi keliru yang memicu bahaya... Terkait dengan Myanmar, kami telah dan terus segera menghapus semua konten yang menghasut kekerasan atau menyebarkan informasi keliru, dan secara agresif memantau penghapusan setiap konten yang melanggar pedoman kami," tegas pihak TikTok.


(izt/ita)