Round-Up

Ancaman Tembak Mati Via TikTok dari Aparat Myanmar untuk Demonstran

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 22:16 WIB
Police run while holding shields as they attempt to disperse protesters taking part in a demonstration against the military coup in Yangon on February 27, 2021. (Photo by Ye Aung THU / AFP)
Polisi Myanmar (Foto: AFP/YE AUNG THU)
Naypyitaw -

Aplikasi berbagi video, TikTok menghebohkan publik lantaran memunculkan video ancaman pembunuhan dari sejumlah tentara dan polisi Myanmar terhadap para demonstran antikudeta. Akibat dianggap menghasut kekerasan, konten berisi ancaman semacam itu telah dihapus oleh pihak TikTok.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (5/3/2021), salah satu video berisi ancaman diposting akhir Februari lalu, yang menunjukkan seorang pria berseragam tentara dan menodongkan senapan serbu ke arah kamera.

"Saya akan menembak wajah-wajah sialan Anda...dan saya menggunakan peluru tajam," ucap pria berseragam tentara itu dalam video tersebut.

"Saya akan berpatroli di seluruh kota malam ini dan saya akan menembak siapa pun yang saya lihat... Jika Anda ingin menjadi martir, saya akan memenuhi keinginan Anda," imbuhnya.

Reuters belum berhasil menghubungi pria dalam video itu maupun pria berseragam lainnya yang muncul dalam video-video TikTok untuk memverifikasi bahwa benar mereka anggota militer dan kepolisian Myanmar.

Kelompok hak digital, Myanmar ICT for Development (MIDO) menuturkan pihaknya menemukan lebih dari 800 video pro-militer yang mengancam para demonstran, saat Myanmar mengalami hari paling berdarah dengan laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut 38 demonstran tewas dalam sehari.

"Itu hanyalah puncak gunung es," sebut Direktur Eksekutif MIDO, Htaike Htaike Aung, dalam pernyataannya.

Ditambahkan Htaike bahwa ada 'ratusan' video lainnya yang isinya mengancam balik tentara dan polisi di aplikasi tersebut. Juru bicara junta militer Myanmar belum mengomentari laporan ini