AS Tekan Arab Saudi untuk Bertindak Usai Perilisan Laporan Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 10:32 WIB
Turki sebut Jamal Khashoggi tewas dicekik lalu dimutilasi
Jamal Khashoggi (dok. BBC World)

Langkah-langkah itu diambil di tengah upaya Biden untuk melakukan 'penyesuaian ulang' dalam hubungan dengan Saudi, sekutu lama AS. Biden bahkan telah menyatakan AS akan mengakhiri dukungan untuk operasi militer pimpinan Saudi melawan pemberontak Houthi di Yaman.

Namun pemerintahan Biden tidak menargetkan MBS secara pribadi, padahal laporan intelijen AS jelas menyebut sang Putra Mahkota Saudi berusia 35 tahun itu menyetujui pembunuhan Khashoggi. MBS juga diketahui merupakan pemimpin de-facto Saudi sekaligus menjabat Menteri Pertahanan Saudi.

Saat ditanya mengapa tindakan konkret yang diambil terhadap MBS, Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, menyatakan bahwa AS biasanya tidak menjatuhkan sanksi kepada pemimpin asing -- meskipun AS sering mengambil tindakan terhadap para pejabat senior dari negara musuh.

Namun Psaki mengindikasikan bahwa MBS tidak selamanya lolos dari hukuman. "Tentu saja kami berhak untuk mengambil tindakan apapun pada waktu dan dengan cara yang kami pilih," cetusnya.

Otoritas Saudi dalam tanggapannya mengecam laporan intelijen AS dan bersikeras menyatakan pembunuhan Khashoggi merupakan operasi liar yang tidak melibatkan MBS.

Halaman

(nvc/ita)