Sempat Meragukan, Macron Kini Bersedia Divaksin AstraZeneca

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 18:57 WIB
French President Emmanuel Macron reacts as he listen to the speech of Portuguese Prime Minister Antonio Costa, Wednesday, Dec. 16, 2020 in Paris. French President Emmanuel Macron has tested positive for COVID-19, the presidential Elysee Palace announced on Thursday. (AP Photo/Francois Mori)
Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: AP Photo/Francois Mori)
Paris -

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan dirinya akan dengan senang menerima suntikan vaksin virus Corona (COVID-19) buatan AstraZeneca-Oxford jika dia ditawari pada saat gilirannya tiba. Pernyataan itu disampaikan Macron setelah sebelumnya meragukan efektivitas vaksin AstraZeneca-Oxford.

"Berdasarkan studi ilmiah terbaru, efikasi vaksin AstraZeneca telah terbukti," ucap Macron kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan virtual Uni Eropa, seperti dilansir Reuters, Jumat (26/2/2021).

"Giliran saya akan tiba, tapi saya punya waktu. Jika itu vaksin yang ditawarkan kepada saya, saya akan menerimanya, tentu saja," ujarnya merujuk pada vaksin AstraZeneca.

Awal Januari lalu, Macron memicu kekecewaan di Inggris setelah melontarkan keraguan terhadap efektivitas vaksin AstraZeneca-Oxford bagi orang-orang berusia 65 tahun ke atas. Saat itu dia menyebut quasi-ineffective bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Usai pernyataan Macron saat itu, otoritas Prancis mengumumkan hanya akan menyuntikkan vaksin AstraZeneca-Oxford kepada orang-orang berusia 65 tahun ke bawah. Kurangnya data soal kemanjuran vaksin itu terhadap warga lanjut usia disebut menjadi alasan dari keputusan itu.

Dalam pernyataan terbaru, Macron yang ada di bawah tekanan untuk mempercepat peluncuran vaksin di Prancis yang jauh tertinggal dari Inggris ini, juga menyebut AstraZeneca telah gagal memenuhi target pengiriman dan bahwa para pemimpin Uni Eropa terus menekan perusahaan Inggris-Swedia itu.

"Kami memberitahu mereka, Anda tidak serius soal komitmen yang Anda buat, karena Anda belum memenuhinya," ucapnya. "Kami menekan mereka agar mereka mengejar ketertinggalan dan agar kerangka waktu yang tepat bisa terpenuhi," imbuh Macron.

Reuters melaporkan pada Selasa (23/2) waktu setempat, bahwa AstraZeneca diperkirakan akan mengirimkan kurang dari separuh vaksin yang dijanjikannya akan dipasok ke Uni Eropa pada kuartal kedua tahun ini.

(nvc/ita)