Ingatkan Risiko Vaksin China, Macron Juga Ragukan Vaksin AstraZeneca

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 13:38 WIB
Terinfeksi Covid-19, apakah Macron, Presiden Prancis, melanggar protokol pencegahan virus corona?
Emmanuel Macron (dok. BBC World)
Paris -

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sempat melontarkan keraguan terhadap efektivitas vaksin virus Corona (COVID-19) buatan AstraZeneca bagi orang-orang berusia 65 tahun ke atas. Keraguan itu disampaikan Macron pekan lalu, sebelum dia mengingatkan risiko vaksin Corona buatan China pada pekan ini.

Seperti dilansir AFP, Jumat (5/2/2021), komentar meragukan vaksin AstraZeneca itu dilontarkan Macron pada Jumat (29/1) lalu, atau beberapa jam sebelum Badan Obat-obatan Eropa (EMA) merekomendasikan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk warga dewasa dari segala usia.

Saat itu, Macron menyebut hanya ada 'sangat sedikit informasi' yang tersedia soal vaksin Corona yang dikembangkan perusahaan Inggris-Swedia, AstraZeneca dan Universitas Oxford itu.

"Hari ini kami pikir itu (vaksin AstraZeneca-red) kuasi tidak efektif (quasi-ineffective) bagi orang-orang berusia 65 tahun ke atas," cetus Macron kepada wartawan pekan lalu. Pernyataan itu kemudian dikonfirmasi oleh kantor kepresidenan Prancis kepada AFP.

"Yang dapat saya sampaikan secara resmi hari ini adalah bahwa hasil awal yang kami miliki tidak menyenangkan bagi orang-orang berusia 60 hingga 65 tahun terkait AstraZeneca," ucapnya pada Jumat (29/1) lalu.

Pada Selasa (2/2) waktu setempat, seperti dilansir Associated Press, Macron mengumumkan bahwa Prancis hanya akan menyuntikkan vaksin AstraZeneca kepada orang-orang berusia 65 tahun ke bawah. Dia menyebut badan penasihat kesehatan Prancis menjadikan kurangnya data soal kemanjuran vaksin itu terhadap warga lanjut usia, sebagai alasan dari keputusan itu.

"Untuk vaksin AstraZeneca ini, kami tidak akan menawarkannya kepada mereka yang berusia di atas 65 tahun," tutur Macron kepada televisi TF1 pada Selasa (2/2) waktu setempat.

Keputusan itu mengguncang strategi vaksinasi Prancis, karena negara itu memprioritaskan para penghuni panti jompo dan orang-orang berusia 75 tahun ke atas. Prancis diketahui mengandalkan vaksin AstraZeneca untuk sebagian besar vaksinasi yang akan datang, sampai perusahaan itu mengumumkan penundaan yang berdampak pada negara-negara di Eropa dan dunia.