Disetujui Biden, AS Serang Fasilitas Pasukan Pro-Iran di Suriah

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 10:20 WIB
Media milik pemerintah Korea Utara melaporkan, Senin (30/3), Korea Utara sukses melakukan uji coba peluncuran roket-roket terbaru sehari lalu.
Ilustrasi (Foto: AP)

Pekan lalu, pemerintah menawarkan pembicaraan dengan Iran yang dipimpin oleh sekutu Eropa ketika berusaha menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015, yang berada di ambang kehancuran setelah pemerintah sebelumnya Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan.

Pemerintah AS juga menjelaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan "aktivitas jahat" di kawasan itu oleh Iran.

Iran diyakini sedang mencari peluang untuk membalas pembunuhan jenderal tertinggi AS Qasem Soleimani satu tahun lalu.

Soleimani, seorang perwira senior di Korps Pengawal Revolusi Iran, adalah penghubung utama Teheran dengan kelompok dan tokoh sekutu di Irak, Suriah, Lebanon, dan tempat lain di wilayah tersebut. Dia tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS tepat ketika dia tiba di Baghdad untuk pertemuan dengan pejabat tinggi Irak.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan Senin (22/2) bahwa AS akan "meminta pertanggungjawaban Iran atas tindakan proksi yang menyerang Amerika" tetapi tidak akan "menyerang" dan berisiko membuat Irak tidak stabil.

Kirby menyebut serangan Kamis (25/2) itu "proporsional" dan mengatakan itu "dilakukan bersama dengan langkah-langkah diplomatik," termasuk konsultasi dengan mitra AS dalam koalisi anti-ISIS.

"Operasi itu mengirimkan pesan yang jelas: Presiden Biden akan bertindak untuk melindungi personel Amerika dan Koalisi," katanya.

"Pada saat yang sama, kami telah bertindak dengan cara yang disengaja yang bertujuan untuk menurunkan situasi baik di Suriah timur maupun Irak," tambahnya

Halaman

(izt/imk)