Dituduh Bohong Soal Penembakan Pesawat Penumpang Ukraina, Ini Kata Iran

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 11:46 WIB
Otoritas Iran akhirnya memberikan pengakuan mengenai jatuhnya pesawat maskapai Ukraina di Iran. Mereka mengaku telah tak sengaja menembak jatuh pesawat tersebut.
Pesawat Ukraina yang Ditembak rudal Iran (Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Teheran -

Pemerintah Iran akan memberikan "tanggapan detail" atas tuduhan kebohongan yang dilontarkan seorang pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal penembakan jatuh pesawat penumpang Ukraina di dekat Teheran, tahun lalu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (25/2/2021) juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan pihaknya "telah menyiapkan tanggapan detail atas pertanyaan-pertanyaan dan ambiguitas yang muncul, yang akan diserahkan sebelum 20 Maret".

Diketahui penerbangan Ukraine International Airlines PS752 jatuh tak lama setelah lepas landas dari ibu kota Iran, Teheran. Kejadian 8 Januari 2020 itu menewaskan keseluruhan 176 penumpang dan kru, termasuk 55 warga Kanada.

Tiga hari kemudian, Iran mengakui pasukan militernya keliru menembak jatuh pesawat Boeing 737-800 yang menuju ke Kiev, Ukraina tersebut. Dua rudal menghantam pesawat penumpang itu dalam selisih waktu 25 detik.

Pelapor khusus PBB tentang pembunuhan ekstra-yudisial, Agnes Callamard, mengungkapkan hasil penyelidikan atas tragedi itu dan mengatakan penjelasan Iran tentang kejadian itu penuh dengan kontradiksi dan kebohongan.

"Pakar PBB itu mengandalkan informasi yang salah, bias dan tidak relevan," ujar Saeed Khatibzadeh.

Dia juga mengkritik Callamard karena terlibat dalam topik yang "tidak ada hubungannya dengan misi atau kompetensinya".

Callamard mengatakan kejadian versi Iran "penuh dengan kontradiksi. Penilaian teknis dari banyak ahli mengatakan kesaksian itu bertentangan dengan fakta."

Otoritas penerbangan sipil Iran mengatakan bahwa penyetelan radar unit antipesawat yang buruk adalah kesalahan utama di balik tragedi itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2