International Updates

China Undang PBB ke Xinjiang, Trump Geram Laporan Pajaknya Akan Dirilis

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 19:28 WIB
Bagaimana China manfaatkan undangan liputan ke Xinjiang untuk mengontrol narasi tentang Muslim Uighur
Ilustrasi -- Situasi di Xinjiang (dok. BBC World)
Jakarta -

Otoritas China mengundang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mengunjungi Xinjiang setelah membantah tuduhan genosida terhadap Uighur. Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, merasa geram setelah Mahkamah Agung mengizinkan laporan pajaknya dirilis ke jaksa yang menyelidiki dirinya.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan kepada Dewan HAM PBB bahwa China mengambil tindakan kontra-terorisme sesuai dengan hukum di wilayah Xinjiang, Diklaim oleh Wang bahwa Xinjiang menikmati "stabilitas sosial dan perkembangan yang baik" setelah empat tahun tanpa "kasus terorisme".

Sementara Trump mengecam Mahkamah Agung yang menolak permintaan yang diajukan pengacaranya untuk tidak membuka akses pada laporan pajaknya. Putusan Mahkamah Agung membuka jalan agar dokumen laporan pajak Trump diserahkan kepada jaksa New York yang menyelidiki skandal keuangan Trump.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (23/2/2021):

- 2 Jenderal Myanmar Dijatuhi Sanksi AS terkait Kudeta

Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap dua jenderal militer Myanmar pada Senin (22/2) dan mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut atas kudeta militer yang dilakukan pada 1 Februari lalu di negara itu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/2/2021), Kantor Pengendalian Aset Luar Negeri pada Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi dijatuhkan terhadap dua jenderal militer Myanmar. Mereka adalah Jenderal Maung Maung Kyaw selaku Panglima Angkatan Udara dan Letnan Jenderal Moe Myint Tun yang merupakan mantan Kepala Staf Militer dan komandan salah satu Biro Operasi Khusus militer yang mengawasi operasi di ibu kota Naypyitaw.

"Militer harus membatalkan tindakannya dan segera memulihkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis di Burma (nama lain Myanmar), atau Departemen Keuangan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut," kata Departemen Keuangan AS dalam pernyataannya.

- Ditangkap AS, Istri El Chapo Diduga Terlibat Perdagangan Narkoba Internasional

Emma Coronel Aispuro, istri gembong narkoba ternama Meksiko, Joaquin 'El Chapo' Guzman, yang baru saja ditangkap Amerika Serikat (AS) diduga terlibat perdagangan narkoba internasional. Aispuro yang mantan ratu kecantikan ini didakwa mengimpor berbagai jenis narkoba ke wilayah AS.

Seperti dilansir CNN, Selasa (23/2/2021), Aispuro yang berusia 31 tahun ini ditangkap di Bandara Internasional Dulles pada Senin (22/2) waktu setempat. Dia diketahui memiliki kewarganegaraan ganda AS-Meksiko.

Departemen Kehakiman AS dalam keterangannya menyebut Aispuro menghadapi dakwaan bersekongkol mendistribusikan 1 kilogram atau lebih heroin, 5 kilogram atau lebih kokain, 1.000 kilogram atau lebih mariyuana dan 500 gram atau lebih methamphetamine untuk diimpor secara ilegal ke wilayah AS.

Saksikan juga 'Beda Sikap China-AS soal Situasi di Myanmar':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2