Mantan Menteri Prancis Dinyatakan Bersalah Atas Pemerkosaan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 19:19 WIB
Caucasian woman holding gavel
ilustrasi (Foto: iStock)
Paris -

Setelah hampir 10 tahun perjuangan hukum yang awalnya berujung pada pembebasan, seorang mantan menteri pemerintah Prancis menghadapi setidaknya tiga tahun penjara setelah pengadilan memutuskan dia bersalah karena memperkosa dua karyawan saat "pijat kaki" di kantornya.

Seperti dilansir AFP, Kamis (18/2/2021) putusan itu diberikan kepada mantan menteri bernama Georges Tron (63) seiring Prancis menghadapi gelombang tuduhan penyerangan seksual. Tuduhan itu mendorong pemerintah Prancis untuk menjanjikan undang-undang yang lebih tegas untuk melindungi korban dan menghukum pelaku kekerasan seksual.

Ketika putusan dibacakan oleh pengadilan banding Paris pada Rabu (17/2) malam waktu setempat, Tron terus diam. Dia menyerahkan arlojinya kepada pengacaranya sebelum polisi membawanya langsung ke penjara untuk menjalani hukuman lima tahun, dengan penangguhan dua tahun.

Tron adalah menteri kabinet di bawah Perdana Menteri Francois Fillon. Ia dipaksa mengundurkan diri pada 2011 atas tuduhan pemerkosaan yang dilaporkan oleh dua wanita yang bekerja untuknya saat dia menjadi wali kota Draveil, di pinggiran Paris.

Kedua wanita tersebut mengatakan bahwa antara 2007-2010, Tron, yang dikenal karena mempraktikkan refleksologi sebagai hobi, memberlakukan sesi pijat kaki sambil meraba-raba dan melakukan pemerkosaan. Bahkan terkadang berubah menjadi hubungan seks bertiga dengan wakilnya, Brigitte Gruel.

Virginie Ettel dan Eva Loubrieu bersaksi bahwa mereka merasa tidak berdaya untuk melawan politisi tersebut karena takut kehilangan pekerjaan. Ettel kemudian mengundurkan diri, sementara Loubrieu dipecat setelah dituduh mencuri.

Meski begitu, pengadilan hanya memvonis Tron karena memperkosa Ettel, dengan mengatakan dia telah menerapkan "batasan psikologis" karena Ettel adalah bawahan langsungnya di balai kota.

"Ini merupakan kemenangan besar bagi semua wanita yang menghadapi masalah di tempat kerja," kata pengacara Ettel, Vincent Ollivier.

Saksikan juga 'Nenek Berusia 116 Tahun di Prancis Selamat dari Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2