Cuaca Dingin Ekstrem, 8 Juta Orang di Texas-Meksiko Tanpa Listrik

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 14:55 WIB
AUSTIN, TX - FEBRUARY 15: A truck drives along an icy road on February 15, 2021 in East Austin, Texas. Winter storm Uri has brought historic cold weather to Texas, causing traffic delays and power outages, and storms have swept across 26 states with a mix of freezing temperatures and precipitation.   Montinique Monroe/Getty Images/AFP
Ilustrasi -- Musim dingin di Texas, AS (Montinique Monroe/Getty Images/AFP)

Terganggunya pasokan listrik di Texas ini juga berdampak ke Meksiko bagian utara yang berbatasan dengan AS. Pejabat eksekutif senior pada Comision Federal de Electricidad (CFE) menuturkan bahwa 4,7 juta pelanggan tidak mendapat aliran listrik pada Senin (15/2) waktu setempat.

Operator jaringan listrik nasional Meksiko, CENACE, melaporkan pemadaman mencapai beban sekitar 6.950 MW. CENACE mengimbau warga yang tinggal di Chihuahua, Coahuila, Durango, Nuevo Leon, Sinaloa, Sonora dan Tamaulipas untuk membatasi penggunaan listrik.

Namun pada siang hari, pasokan listrik telah dipulihkan untuk nyaris 2,6 juta pelanggan di antaranya, atau sekitar 58 persen. CFE berjanji untuk menggunakan energi dari sumber lainnya untuk membantu menutupi kekurangan pasokan.

Selain Texas, sebagian besar wilayah AS juga berada dalam cengkeraman cuaca dingin ekstrem selama akhir pekan. Dinas Prakiraan Cuaca Nasional (NWS) menyatakan bahwa massa udara Arktik telah menyebar di selatan, jauh di luar daerah yang biasanya dilanda cuaca dingin membekukan. Peringatan badai musim dingin telah dirilis untuk sebagian besar wilayah Pantai Teluk, Oklahoma dan Missouri.

NWS mengumumkan bahwa hembusan Arktik itu tidak akan mereda hingga akhir pekan ini. Diperkirakan ada badai lainnya yang menerjang AS pada Rabu (17/2) waktu setempat, dengan membawa lebih banyak salju, es dan hujan es mulai dari Texas sampai Kentucky dan Washington DC sampai New York City, New Jersey dan Boston.

"Tidak akan menghangat sampai setidaknya Jumat (19/2) waktu setempat. Kita tidak akan memiliki jeda," ucap David Roth dari Pusat Prediksi Cuaca NWS.

Halaman

(nvc/ita)