Cuaca Dingin Ekstrem, 8 Juta Orang di Texas-Meksiko Tanpa Listrik

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 14:55 WIB
AUSTIN, TX - FEBRUARY 15: A truck drives along an icy road on February 15, 2021 in East Austin, Texas. Winter storm Uri has brought historic cold weather to Texas, causing traffic delays and power outages, and storms have swept across 26 states with a mix of freezing temperatures and precipitation.   Montinique Monroe/Getty Images/AFP
Ilustrasi -- Musim dingin di Texas, AS (Montinique Monroe/Getty Images/AFP)
Texas -

Cuaca dingin ekstrem yang langka membuat 8 juta orang yang tinggal di Texas, Amerika Serikat (AS) dan Meksiko tidak mendapatkan pasokan listrik. Membekunya jaringan pipa dan meningkatnya permintaan pasokan gas alam dari Texas memaksa pemadaman bergilir di beberapa wilayah, bahkan hingga ke Meksiko.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (16/2/2021), naiknya permintaan saat cuaca dingin ekstrem memaksa operator listrik di Texas menerapkan pemadaman bergilir sejak Senin (15/2) waktu setempat. Situs PowerOutage.us yang melacak pemadaman listrik, melaporkan 4.088.064 pelanggan di Texas mengalami pemadaman sekitar pukul 20.30 malam waktu setempat.

Presiden Joe Biden mengumumkan situasi darurat pada Senin (15/2) waktu setempat, mencairkan bantuan federal untuk Texas yang mencatat suhu udara antara 28 derajat hingga minus 8 derajat Fahrenheit, atau setara minus 2 derajat hingga minus 22 derajat Celsius.

"Jaringan listrik Texas belum dikompromikan. Kemampuan beberapa perusahaan yang menghasilkan tenaga listrik telah membeku," sebut Gubernur Texas, Greg Abbott dalam pernyataan via Twitter. "Mereka berupaya mengembalikan pasokan listrik," imbuhnya.

Abbott juga mengerahkan Garda Nasional untuk membantu pemulihan pasokan listrik di wilayah Texas.

Dampak dari situasi ini, Bandara Interkontinental George Bush di Houston akan tutup sementara hingga Selasa (16/2) siang waktu setempat. Operasional industri energi di Texas juga terkena dampaknya, dengan kilang-kilang minyak ditutup sementara dan memaksa pembatasan dari operator pipa gas alam.

Electric Reliability Council of Texas (ERCOT) berupaya memangkas penggunaan daya untuk merespons penggunaan rekor 69.150 Megawatt (MW) pada Minggu (14/2) malam -- lebih tinggi 3.200 MW dibanding puncak musim dingin pada Januari 2018.

Disebutkan bahwa cuaca dingin ekstrem membuat banyak unit pembangkit listrik berbagai jenis menjadi offline dan tidak bisa memberi pasokan. "Pemadaman terkendali akan berlanjut hingga hari ini dan besok pagi, mungkin sepanjang hari esok," ucap Direktur Sistem Operasional ERCOT, Dan Woodfin.

Selanjutnya
Halaman
1 2