Diduga Rencanakan Aksi Teror, 14 Orang di Jerman dan Denmark Ditangkap

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 12 Feb 2021 02:55 WIB
Policemen and mourners stand at the roadside, where a hearse transported the coffin of Thomas Haller, a leading figure in eastern Germanys far-right scene and fan of German fourth-tier football club Chemnitzer FC, to the cemetery in Chemnitz, eastern Germany, on March 18, 2019; in background can be seen the Michaeliskirche church. - A political storm was whipped up in Saxony state before a match on March 9, 2019 against Altglienicke when Chemnitz fans paid tribute before kick-off to Haller, who had for years provided security for the club and co-founded the HooNaRa (Hooligans-Nazis-Racists) group in the 1990s that was disbanded in 2007. (Photo by Ronny Hartmann / AFP)
Foto: Photo by Ronny Hartmann/AFP
Kopenhagen - 14 orang di Denmark dan Jerman ditangkap pihak kepolisian setempat. 14 orang itu ditangkap karena diduga merencanakan aksi teror.

Dilansir AFP, Badan Intelijen Denmark, PET (Politiets Efterretningstjeneste) mengumumkan pihaknya berhasil meringkus 14 orang. Beberapa ditangkap di Jerman.

7 tersangka yang ditangkap di Denmark sudah ditahan. Badan Intelijen Denmark, PET, tak merinci siapa saja yang ditangkap. Namun, dari hasil penelusuran, para tersangka diduga telah membuat bahan peledak serta senjata.

Sementara 6 tersangka lainnya akan segera dibawa ke pengadilan. Mereka akan segera disidang.

"Masih penilaian PET bahwa ancaman teror terhadap Denmark serius, dan bahwa masalah konkret ini tidak mengubah penilaian ini," pernyataan PET.

Sementara itu, jaksa penuntut umum Jerman menyebut 3 di antara para pelaku berasal dari Suriah. Ketiganya bersaudara.

Pria berusia 33, 36, dan 40 tahun itu didakwa merencanakan tindakan kekerasan yang membahayakan negara.

"Pada Januari tahun ini, mereka diduga terlibat dalam pembelian beberapa kilogram bahan kimia yang bisa digunakan untuk membuat alat peledak," kata mereka.

Polisi menyita 10 kg mesiu dan sekering di sebuah rumah di Dessau, Saxony-Anhalt. Selain itu juga ditemukan bendera ISIS.

Dari hasil penyelidikan polisi, ketiganya sudah memesan bahan kimia berupa sulfur dan bubuk aluminium. (isa/isa)