Sidang Pemakzulan Trump, Ada Bukti Kerusuhan Capitol Direncanakan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 12:05 WIB
House of Representatives (HOR) atau DPR AS mulai mempertimbangkan pemakzulan kedua Donald Trump. Ia secara resmi dituduh menghasut pemberontakan dan penyerbuan para pendukungnya di gedung parlemen, Capitol Hill, Rabu (6/1/2021) lalu.
Momen saat Gedung Capitol diserbu pendukung Trump pada 6 Januari lalu (dok. AP Photo)
Washington DC -

Dokumen pengadilan Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa penyerbuan dan kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari telah direncanakan. Bukti-bukti yang mengarah ke sana disebut semakin mencuat.

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/2/2021), semuanya berawal dari cuitan mantan Presiden Donald Trump pada 19 Desember 2020 yang berbunyi: "Protes besar di DC pada 6 Januari. Hadirilah, akan menggila!" Pekan ini, sidang pemakzulan Trump atas dakwaan penghasutan pemberontakan mulai digelar.

Dokumen pengadilan menyebut bahwa pemimpin serangan ke Gedung Capitol, paling tidak yang tampak paling terorganisir, adalah Proud Boys dan Oath Keepers. Disebutkan bahwa perencanaan dilakukan oleh Ethan Nordean di Washington dan Enrique Tarrio di Florida, yang merupakan pemimpin Proud Boys, kelompok sayap kanan yang dikenal ekstrem.

Menurut dokumen pengadilan, Nordean pada 27 Desember menyerukan kepada para pengikutnya untuk menggalang dana guna membeli alat pelindung dan perlengkapan komunikasi. Sepekan kemudian, dia dan Tarrio memberitahu pengikut mereka dalam sebuah podcast untuk memakai pakaian serba hitam dan menyatakan mereka harus siap bertempur.

"Kita dipandang hampir seperti tentara sayap kanan. Hal ini nyata. Kita sedang berperang," cetus Tarrio dalam podcast itu.

Tak jauh berbeda, Thomas Caldwell yang disebut sebagai 'komandan' Oath Keepers, kelompok sayap kanan yang beranggotakan mantan tentara dan polisi yang dikenal kasar, didakwa merencanakan tindak kekerasan serius. Dia berangkat dari Berryville, Virginia yang berjarak 100 kilometer dari Washington DC.

Dokumen pengadilan menyebut Caldwell mengatur rencana untuk bertemu di luar Washington DC dengan para anggota milisi bersenjata di sekitar kawasan itu.

"Biarkan mereka berupaya mengesahkan beberapa omong kosong di Capitol Hill dengan satu juta atau lebih patriot di jalanan. Kita siap membuat mereka mendidih," ucapnya via Facebook saat itu.

"Mereka telah berubah menjadi murni jahat bahkan terang-terangan mencurangi pemilihan dan membayarnya dengan kasta politik. Kita harus menghancurkan dan menjatuhkan mereka sekarang," imbuh Caldwell.

Dalam jajaran Proud Boys atau Oath Keepers, juga di kalangan pendukung konspirasi QAnon dan penggemar berat Trump, pesannya jelas sejak awal: Trump ingin kalian bergerak ke Washington untuk menghentikan Kongres mengesahkan kemenangan Joe Biden pada 6 Januari.