Ilmuwan: Kelelawar Pembawa Corona Juga Ditemukan di Luar China

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 11:56 WIB
Virus Nipah dikhawatirkan dapat jadi ancaman munculnya pandemi baru di dunia. Selain karena angka kematian yang tinggi, virus itu diketahui belum ada obatnya.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Lauren DeCicca)
Singapura -

Para ilmuwan mengatakan bahwa kelelawar tapal kuda yang membawa virus Corona juga telah ditemukan di luar China. Penelitian tersebut menemukan kemungkinan bahwa pandemi Corona tidak berasal dari negara tersebut.

Seperti dilansir The Star, Rabu (10/2/2021) kemungkinan virus itu tiba di kota Wuhan, China dari tempat lain, kata salah satu peneliti, Profesor Wang Linfa dari Sekolah Kedokteran Duke-NUS di Singapura.

Studi yang diterbitkan pada Selasa (9/2) dalam jurnal Nature Communications itu, telah menemukan virus Corona pada kelelawar tapal kuda Rhinolophus acuminatus di Thailand 91,5 persen mirip dengan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Sejauh ini, virus yang mirip dengan SARS-CoV-2 itu telah terdeteksi pada kelelawar tapal kuda Rhinolophus affinis di provinsi Yunnan, China - dengan kemiripan genetik 96,2 persen.

Dalam studi lain yang diterbitkan pada Januari, para peneliti juga menemukan - pada kelelawar tapal kuda Rhinolophus shameli di Kamboja - virus Corona yang 92,6 persen mirip dengan SARS-CoV-2.

Ketiganya adalah kelelawar tapal kuda dari genus Rhinolophus. Ada lebih dari 100 spesies dalam kelompok ini, yang tersebar luas dari Australia hingga Eropa.

Tiga spesies Rhinolophus yang sejauh ini terbukti sebagai pembawa virus Corona terkait dengan SARS-CoV-2 tidak dapat ditemukan di Singapura.

Tetapi spesies terkait seperti kelelawar tapal kuda Blyth (Rhinolophus lepidus) dan kelelawar tapal kuda Trefoil (Rhinolophus trifoliatus) dapat ditemukan di sini, kata peneliti mamalia National University of Singapore (NUS) Marcus Chua.

Penulis makalah Nature Communications mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa pengawasan lintas batas diperlukan untuk menemukan inang asli virus Corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2