50 Orang Dipenjara Atas Serangan terhadap Konvoi PM Bangladesh

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 17:55 WIB
Ilustrasi sidang (Reuters)
ilustrasi (Foto: Reuters)
Dhaka -

Pengadilan Bangladesh menjatuhkan hukuman penjara hingga 10 tahun kepada 50 aktivis oposisi atas serangan terhadap iring-iringan perdana menteri (PM) pada 2002.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/2/2021), salah seorang terdakwa adalah mantan anggota parlemen dari Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), yang berkuasa pada saat penyerangan itu.

Jaksa menyatakan, pada 2002, iring-iringan mobil yang mengiringi PM Syekh Hasina, yang saat itu menjadi pemimpin oposisi Partai Liga Awami, diserang dengan batu, tongkat dan parang.

"Tiga pria termasuk mantan anggota parlemen dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan sisanya mendapat berbagai hukuman mulai dari empat setengah tahun penjara," kata jaksa Shaheen Mirdha kepada AFP, setelah hukuman dijatuhkan pada Kamis (4/2) oleh pengadilan distrik di kota Satkhira, Bangladesh selatan.

Sebanyak dua belas dari 50 terdakwa itu saat ini masih terus diburu.

Jaksa penuntut mengatakan serangan itu adalah salah satu dari banyak upaya pembunuhan terhadap Hasina. Beberapa anggota Liga Awali dan para jurnalis dilaporkan terluka.

Pihak oposisi BNP tidak segera berkomentar soal hukuman tersebut.

Pemimpin BNP yang merupakan saingan berat Hasina, Khaleda Zia, menjalani hukuman penjara 17 tahun karena korupsi pada 2018. Zia adalah perdana menteri pada saat serangan terhadap Hasina tahun 2002 tersebut. BNP menuduh pemerintah menahan puluhan ribu aktivisnya dengan tuduhan palsu selama 12 tahun di bawah kekuasaan Hasina.

Tarique Rahman, putra Zia yang tinggal di London, Inggris telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2018 karena perannya dalam serangan granat saat aksi demo Hasina pada 2004. Sembilan belas orang dijatuhi hukuman mati dalam kasus itu.

(izt/ita)