Round-Up

Teka-teki Penyebab Ledakan Keras di Ibu Kota Saudi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 23:03 WIB
A picture taken on March 23, 2020, shows an empty street in the Saudi capital Riyadh after authorities imposed a curfew for 21 days to curb the spread of the COVID-19 coronavirus pandemic. (Photo by FAYEZ NURELDINE / AFP)
Foto: Ilustrasi jalanan di Riyadh (AFP/FAYEZ NURELDINE)
Riyadh -

Penyebab sebuah ledakan keras mengguncang Riyadh di Arab Saudi masih menyisakan teka-teki. Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan keterangan resminya terkai ledakan di Riyadh ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/1/2021), laporan koresponden AFP dan warga setempat menyebut sebuah ledakan menggetarkan jendela-jendela bangunan di Riyadh pada Selasa (26/1) siang, sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Beberapa warga di Riyadh melaporkan via media sosial mereka mendengar dua suara ledakan.

Belum diketahui secara jelas sumber suara ledakan ini. Otoritas Saudi belum memberikan pernyataan resminya.

Ledakan itu terjadi tiga hari setelah kerajaan tersebut mencegat proyektil yang ditembakkan di atas ibu kota Saudi tersebut.

Diketahui bahwa Arab Saudi telah berulang kali diserang rudal atau pesawat tak berawak (drone) dari pemberontak Houthi di negara tetangga Yaman sejak negara itu meluncurkan operasi militer di Yaman tahun 2015.

Menurut saksi mata seperti dilansir Al-Jazeera, Rabu (27/1/2021), ledakan di Riyadh tersebut terjadi pada sekitar pukul 1 siang dan menyebabkan jendela-jendela bangunan bergetar. Di media sosial, sejumlah warganet melaporkan mendengar dua ledakan.

TV Al-Arabiya milik Arab Saudi mengutip laporan lokal tentang ledakan dan video yang beredar di media sosial tentang sebuah rudal yang dicegat di Riyadh. Tidak disebutkan apakah rudal tersebut berasal dari kelompok Houthi di Yaman.

Kelompok Houthi juga sejauh ini tidak mengeluarkan pernyataan apapun mengenai insiden di Riyadh tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2