International Updates

Jaksa AS Resmi Dakwa Hambali Cs, Khamenei Janji Balas Dendam ke Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 19:51 WIB
The U.S. flag flies over Camp VI, a prison used to house detainees at the U.S. Naval Base at Guantanamo Bay, in this file photo taken March 5, 2013. The White House is considering a wide array of options for closing the U.S. military prison in Guantanamo Bay, Cuba, spokesman Josh Earnest said on Monday, declining to rule out executive action as an option.   REUTERS/Bob Strong/Files
Ilustrasi (dok. REUTERS/Bob Strong/Files)
Jakarta -

Jaksa militer Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa ekstremis Indonesia, Hambali, dan dua orang lainnya terkait kasus bom Bali tahun 2002. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berjanji akan membalas dendam ke mantan Presiden AS, Donald Trump, atas kematian Jenderal Qasem Soleimani.

Dakwaan untuk Hambali dan dua orang lainnya itu resmi diajukan oleh Departemen Pertahanan AS atau Pentagon hampir 18 tahun setelah ketiganya ditangkap di Thailand. Dakwaan yang dijeratkan antara lain persekongkolan, pembunuhan, percobaan pembunuhan, terorisme, menyerang warga sipil, menyerang objek sipil, perusakan properti, dan sebagainya.

Sementara itu, Khamenei memperingatkan Trump melalui sebuah gambar pegolf yang menyerupai Trump yang menjadi sasaran penyerangan drone. Gambar itu diposting via akun Twitter Khamenei, yang juga bersumpah akan membalas dendam atas pembunuhan jenderal top Iran oleh AS.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (22/1/2021):

- Jaksa Militer AS Resmi Dakwa Hambali Cs terkait Bom Bali 2002

Jaksa-jaksa militer Amerika Serikat (AS) telah mengajukan dakwaan resmi terhadap seorang ekstremis asal Indonesia, Hambali, dan dua orang lainnya terkait kasus bom Bali 2002 dan serangan di Jakarta tahun 2003.

Dilansir AFP, Jumat (22/1/2021), Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menjelaskan bahwa dakwaan itu diajukan hampir 18 tahun setelah ketiganya ditangkap di Thailand dan setelah masing-masing mendekam lebih dari 14 tahun di penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba.

Yang pertama didakwa adalah Riduan Isamuddin, atau yang lebih dikenal sebagai Hambali, yang disebut AS sebagai pemimpin kelompok Jemaah Islamiyah dan diyakini sebagai perwakilan tertinggi Al-Qaeda di kawasan Asia Tenggara.

Dua lainnya yang didakwa jaksa militer AS adalah dua warga negara Malaysia bernama Mohammed Nazir Bin Lep dan Mohammed Farik Bin Amin. Keduanya disebut sebagai pembantu Hambali di Jemaah Islamiyah, yang menurut dokumen Guantanamo, telah menjalani pelatihan oleh Al-Qaeda.

- Biden Batalkan Keputusan Trump, AS Akan Lanjutkan Pendanaan untuk WHO

Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Joe Biden akan melanjutkan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang sempat dihentikan oleh mantan Presiden Donald Trump. Biden mengupayakan kerja sama internasional lebih luas dalam memerangi pandemi virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir AFP, Jumat (22/1/2021), pada hari pertama menjabat pada Rabu (20/1) waktu setempat, Biden mengonfirmasi pemerintahannya membatalkan keputusan Trump untuk membawa AS keluar dari keanggotaan WHO.

Pada hari kedua, kepala penasihat medis Biden, Anthony Fauci, mengonfirmasi bahwa AS akan melanjutkan pendanaan yang besar untuk anggaran WHO, yang membuat lega para pakar kesehatan internasional.

Selanjutnya
Halaman
1 2