Trump Akui Akan Ada Pemerintahan Baru AS, Tapi Tak Selamati Biden

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 09:13 WIB
President Donald Trump walks on the South Lawn of the White House in Washington, Sunday, Nov. 29, 2020, after stepping off Marine One. Trump is returning from Camp David. (AP Photo/Patrick Semansky)
Donald Trump (dok. AP Photo/Patrick Semansky)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk pertama kalinya dalam pesan video kepada publik, mengakui dirinya tidak akan menjabat untuk periode kedua. Namun Trump tetap tidak mengucapkan selamat untuk pemerintahan baru AS yang akan dipimpin Presiden terpilih AS, Joe Biden.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Jumat (8/1/2021), dalam pesan video terbaru yang dirilis via akun Twitternya pada Kamis (7/1) waktu setempat, Trump mengakui bahwa akan ada pemerintahan baru AS pada 20 Januari mendatang. Pesan video ini tampaknya direkam di Gedung Putih.

"Sekarang, Kongres telah mengesahkan hasilnya. Sebuah pemerintahan baru akan dilantik pada 20 Januari," ucap Trump dalam pesan video itu, tanpa menyebut nama Biden.

"Fokus saya sekarang beralih memastikan transisi kekuasaan yang lancar, secara tertib, dan mulus," imbuhnya.

Pernyataan Trump ini menjadi pengakuan pertama, secara tidak langsung, akan kekalahannya dalam pilpres AS 2020. Trump menyampaikan pernyataan ini sehari setelah para pendukungnya menyerbu dan memicu kekacauan di dalam Gedung Capitol AS, Washington DC.

Muncul pertanyaan di tengah publik soal kesalahan Trump yang dianggap menghasut para perusuh di Capitol AS melalui berbagai pernyataan dan tuduhan tak berdasar soal kecurangan pilpres yang dilontarkannya beberapa waktu terakhir. Terkait hal itu, saat ini muncul seruan untuk mencopot atau memakzulkan Trump, meskipun masa jabatannya tinggal beberapa pekan lagi.

Dalam pesan videonya yang dirilis 24 jam setelah kerusuhan di Gedung Capitol AS ini, Trump menyerukan 'pemulihan dan rekonsiliasi' dan menyatakan AS harus terus maju ke depan.

"Untuk warga negara kita, mengabdi sebagai Presiden Anda menjadi kehormatan seumur hidup saya," ujarnya.

"Dan untuk semua pendukung saya yang luar biasa. Saya tahu Anda kecewa, tapi saya juga ingin Anda tahu bahwa perjalanan luar biasa kita baru saja dimulai," imbuh Trump.

(nvc/ita)